Terdapat 475 orang polisi yang terlibat dalam simulasi tersebut. Mereka dibagi menjadi tiga kubu yaitu sebagai polisi, petugas TPPS, preman dan warga. Mereka melakukan simulasi adanya keributan di TPPS saat ada saksi yang tak terima terhadap hasil pemilu, Jumat (21/2/2014).
Polisi mencoba menenangkan saksi yang emosi ketika adanya hasil suara yang tak sesuai harapannya. Saat menggebrak meja tiba-tiba saja meja di lokasi TPPS tempat simulasi tersebut terbalik. Beberapa petugas tertawa melihat kejadian ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Petugas kemudian melakukan simulasi adanya ancaman preman yang mencoba merebut kotak suara. Saat simulasi ini sudah disediakan botol-botol minuman plastik di sekitar lokasi simulasi. Polisi yang memakai tameng kemudian mencoba menghalau para preman yang melempar gelas dan juga botol air mineral tersebut.
Namun saat sedang tejadi pelemparan botol ternyata ada yang melempar batu ke polisi. "Ini siapa yang melempar batu, kalau kena timpuk batu gimana," tegur salah seorang petugas.
Simulasi ini sebelumnya juga pernah digelar di depan kantor Bawaslu di Jl Thamrin. Saat itu polisi sempat menutup ruas jalan tersebut untuk menggelar simulasi.
(nal/mad)










































