Kebakaran terjadi sekitar pukul 07.30 WIB, Jumat (21/2/2014). Menurut Kanit Sabhara Ipda Nuryasin, api berasal dari kamar lantai dua milik Jamilah yang diduga akibat korsleting obat nyamuk elektrik.
Saat kebakaran terjadi, Jamilah sang pemilik rumah sedang tidak berada di rumahnya. Jamilah diketahui tengah berada di Singapura.
"Sementara api cepat menyambar karena tertiup angin sangat kencang, hingga membuat api begitu cepat menyambar ke rumah lain. Api baru bisa dipadamkan berkat bantuan truk tangki pengangkut air," jelas Nuryasin.
Bocah usia tiga tahun yang ditemukan tewas terpanggang bernama Tino.
Hingga kini, para warga yang rumahnya hangus terbakar masih mengungsi di tenda darurat yang sediakan pemerintah kota Batam. Kerugian akibat kebakaran itu diduga mencapai ratusan juta rupiah.
(rmd/rmd)











































