"Saya hanya menduga saja, tapi ini belum pasti. Mungkin ada sebagian pedagang yang buka cabang entah mungkin lewat adiknya, saudaranya dan sebagainya buka lapak di situ," tuturnya kepada detikcom, Jumat (21/2/2014).
Heri mengakui semenjak para pedagang direlokasi ke Blok G terjadi penurunan omzet. Menurutnya, hal itu disebabkan oleh kualitas produknya yang kalah dibanding PKL di pinggir jalan.
"Kenapa saya bisa bilang begini karena dulu Pak Walikota pernah cerita. Mau beli (barang) yang di gantung, pas diambil dari plastik ternyata barangnya beda. Kecewa lah. Tapi ya mau gimana lagi," kata Heri.
Dari pantauan detikcom, banyak lapak di lantai 2 dan 3 Pasar Tanah Abang Blok G yang memilih libur tanpa aktivitas. Hanya sebagian saja yang terlihat menjajakan dagangannya, seperti baju, tas dan jilbab. Ke mana mereka?
"Yang lantai 3 sebagian yang tutup jadi kaki lima Night Market," ujar koordinator kaki lima Blok C Tanah Abang, Aris kepada detikcom di lokasi, Jumat (21/2/2014).
Beredar kabar sebagian dari mereka hijrah memadati sepanjang Jalan Jati Baru X yang berada tepat di seberang Blok G. Namun hal itu langsung dibantah oleh Aris.
"Pedagang di sini (Jl Jati Baru X) asli dari sini sejak dulu. Sebagian juga ada yang dari Stasiun Tanah Abang. Nggak ada yang dari Blok G. Kalaupun ada paling 1-2 orang yang diam-diam," tutupnya.
(gah/gah)











































