SBY mengajak seluruh warga Palopo dan Indonesia untuk menjadi hamba Allah dan warga negara Indonesia yang baik.
"Dua-duanya penting, kita mengetahui Allah berfirman dan Rasulullah bersabda agar umat Islam adalah umat yang memiliki sifat, watak, dan karakter yang pandai bersyukur, sabar, dan berikhtiar mencapai sesuatu dan manakala sudah dilakukan itu semua harus ikhlas dan tawakal," kata SBY, Jumat (21/2/2014).
SBY mengatakan sifat dan karakter seperti itu dapat diwujudkan dalam kapasitas sebagai warga Indonesia. Sebab, menurut SBY, Indonesia sebagai negara yang sedang membangun dan ingin meningkatkan kesejahteraan rakyat itu tidak bisa datang dengan tiba-tiba.
"Karena Tuhan tidak akan mengubah satu kaum, nasib Palopo, nasib Sulawesi, nasib Indonesia kecuali kita sendiri dengan izin dan pertolongan Allah mengubah masa depan kita," imbuh Presiden.
Palopo, menurut SBY, memiliki potensi sebagai kota niaga, jasa, dan perdagangan. "Kalau ini kita bangun lebih baik lagi sistem, infrastruktur, dan teknologinya tentu akan membawa kemajuan ekonomi dan kesejahteraan, demikian juga pendidikan, kesehatan, dan kecukupan pangan," tuturnya.
"Saya punya keyakinan bahwa Palopo akan lebih baik lagi. Setelah kita bangun bersama-sama, pemerintah pusat memiliki kewajiban membangun daerah. Saya tidak suka banyak berjanji tapi dengan rencana yang ada di Palopo, Sulawesi, pemerintah pusat punya kewajiban untuk membantu dan menyukseskan," lanjut SBY.
(ega/aan)











































