"Kita harapkan sudah bisa selesai akhir Februari nanti. Sekarang sudah final kok," kata Dirut PT JM, John Aryananda dalam jumpa persnya di gedung @41 di Jalan Teluk Betung, Jakarta Pusat, Jumat (21/2/2014).
Bersama John, juga hadir Yeo Beng Lee, perwakilan SMRT, dan Fan Yifeng dari CCCC yang menjadi mitra kerja PT JM dalam pembangunan monorel di Jakarta. Ia mengatakan saat ini perjanjian tersebut sudah masuk tahap finalisasi.
"Tinggal dipermantap tapi overall sudah selesai," lanjutnya,
Ia menjelaskan sudah tak ada masalah dengan kelengkapan administrasi. Pihak PT JM sudah menyerahkan 3 macam dokumen yang diminta Pemprov DKI untuk melanjutkan pembangunan monorel. Ketiga dokumen tersebut adalah penyempurnaan dokumen teknis, penyempurnaan administrasi dan dokumen initial bussiness plan pada 9 November 2013.
"3 Dokumen tambahan sudah kami serahkan pada Pemprov DKI pada tanggal 9 November lalu," ungkap John.
Pengerjaan fisik proyek monorel ini baru dapat dilaksanakan bila penyesuaian kerjasama antar kedua belah pihak telah ditandatangani. Dalam penyesuaian ini, Pemprov DKI menyertakan syarat tambahan dengan meminta seluruh aset monorel bila PT JM tak dapat diselesaikan sesuai target yakni 5 tahun. Selain itu, pemprov juga meminta agar PT JM menyertakan jaminan bank sebesar 5 % dari total nilai proyek sebagai bukti kekuatan finansial mereka.
Proyek monorel di Jakarta sepenuhnya dikerjakan oleh PT JM dengan menggandeng beberapa mitra. Untuk pendanaan proyek ini, Ortus Holdings Company mengglontorkan dana sekitar Rp 10 triliun sedangkan dari CCCC yang bergerak dalam teknis proyek mengeluarkan dana sekitar Rp 15 triliun.
(bil/gah)











































