“Ya begini lah Mas hampir setiap hari. Bosan sepi begini terus,” kata Heru sembari menghela nafas saat ditemui detikcom, Rabu (19/02/2014).
Pria asal Solo, Jawa Tengah, ini termasuk salah seorang pedagang yang masih rajin membuka kios di lantai 3 Blok G Pasar Tanah Abang. Meski kondisinya sepi, dia tidak patah semangat. Dalam sepekan ini, baru satu potong kemeja batik yang terjual. Karena sepi, Heru mengaku sering berdagang keliling di dekat rumah kontrakannya untuk menawarkan batik Pekalongannya.
“Ya kalau enggak cari cara tambahan gitu, isi dompet kosong Mas. Saya sudah punya istri dan anak. Seminggu di sini saja baru satu terjual,” ujarnya. Meski begitu, ia tak mau tidak menyalahkan siapa pun. Heru menganggap Gubernur DKI Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sudah berupaya maksimal untuk menarik pembeli.

Heru hanya berharap agar janji pembuatan jembatan penghubung dan tangga eskalator di Blok G segera cepat selesai. Begitupun rencana akses jalan dari Stasiun Tanah Abang menuju Blok G. “Yang jembatan Blok F ke G hampir jadi sih. Mudah-mudahan yang lain bisa cepat selesai dan dimulai juga,” tuturnya.
Pedagang pakaian lain di lantai 3 Blok G, Diana juga mengeluh hal serupa. Penjual baju wanita ini berharap akses fasilitas pendukung Blok G segera selesai. Kalau akses pendukung sudah berdampak membawa keuntungan pedagang, dia mempertimbangkan bakal memperpanjang sewa kios. Dia tidak ingin kondisi sepi terus terjadi dan merugikan pedagang.
Apalagi program hiburan musik yang biasa digelar Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI dan PD Pasar Jaya sudah jarang ada. Maklum, kata dia, cuma hiburan musik yang memberikan keuntungan karena banyak pengunjung yang melihat jadi berbelanja di area Blok G.
“Ya bagaimana. Kita protes juga bingung, ini kan enam bulan pertama dikasih gratis. Itu aja sih supaya acara-acara gitu rajin digelar. Kalau masih sepi ya kita pikir-pikir perpanjang sewa gratis yang bulan ini habis,” ujarnya kepada detikcom, Rabu (19/02/2014).
Keluhan serupa dilontarkan Sumarno. Pedagang pakaian anak-anak di Blok G ini mempersoalkan batas sewa gratis kios yang bakal habis bulan ini. Selama ini pedagang diberi gratis sewa oleh pemerintah DKI sejak Blok G diresmikan pada 2 September 2013.
Adapun seorang pengunjung Blok G, Sumiati, 48, mengatakan jenis barang dagangan di Blok G terkesan biasa-biasa saja. Malah menurutnya lebih bagus dan lengkap di Blok A dan F. Selain banyak kios tutup, akses jalan menuju Blok G membuat dirinya ogah. “Ini kalau enggak anak yang ngajak saya malas," ujarnya saat ditemui detikcom, Rabu (19/02/2014).
(hat/brn)











































