5 Kisah Jokowi dan Penyadap Misterius

5 Kisah Jokowi dan Penyadap Misterius

- detikNews
Jumat, 21 Feb 2014 10:52 WIB
5 Kisah Jokowi dan Penyadap Misterius
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) sempat kaget saat menemukan 3 alat sadap di rumah dinasnya. Namun, ia yakin si penyadap misterius bakal gigit jari karena tidak bisa menjaring informasi penting darinya.

Asal muasal penyadapan yang dialami Jokowi diungkap oleh Sekjen PDIP Tjahjo Kumolo. Ia mengatakan ada alat sadap yang ditemukan di rumah dinas Jokowi di Taman Suropati, Menteng, Jakarta.

Jokowi telah melaporkan kepada partainya pada Desember 2013 dan meminta penemuan tersebut tidak dibesar-besarkan.

Suami Iriana ini justru heran menjadi sasaran penyadapan. Ia yakin penyadap akan ngamuk saat mendengarkan pembicaraannya yang monoton dan ringan, apalagi tidak bakal menemukan informasi penting seputar negara.

Berikut 5 kisah Jokowi dan penyadap misterius:

1. Sejak Desember 2013

Jokowi tak tahu siapa yang menyadap dirinya itu, dia baru menyadari disadap sejak Desember 2013.

"Itu sudah Desember kok...," kata Jokowi saat ditanya soal penyadapan terhadap dirinya oleh wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (20/2/2014).

Jokowi mengaku tak tahu siapa pihak yang memata-matainya. Tapi Jokowi langsung melaporkan adanya alat sadap ke PDIP kala itu.

"Nggak tahu, mengenai itu...Sudah lama Desember kok saya ceritanya ke partai," ungkap Jokowi.

"Saya cerita Desember, saya bilang jangan digede-gedeinlah," lanjutnya.

1. Sejak Desember 2013

Jokowi tak tahu siapa yang menyadap dirinya itu, dia baru menyadari disadap sejak Desember 2013.

"Itu sudah Desember kok...," kata Jokowi saat ditanya soal penyadapan terhadap dirinya oleh wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (20/2/2014).

Jokowi mengaku tak tahu siapa pihak yang memata-matainya. Tapi Jokowi langsung melaporkan adanya alat sadap ke PDIP kala itu.

"Nggak tahu, mengenai itu...Sudah lama Desember kok saya ceritanya ke partai," ungkap Jokowi.

"Saya cerita Desember, saya bilang jangan digede-gedeinlah," lanjutnya.

2. Alat Sadap di Ruang Tamu hingga Kamar Pribadi

Jokowi buka-bukaan soal penyadapan terhadap dirinya. Berbekal alat detektor, Jokowi menemukan 3 alat sadap di rumah dinasnya di Jl Taman Suropati No 7, Menteng, Jakarta Pusat.

"Ya kan ada detektornya, Desember lalu. Saya diem aja, saya sebenarnya nggak mau bicara masalah ini. Di rumah dinas, nemu 3, di kamar tidur, ruang tamu pribadi, ruang makan untuk rapat," kata Jokowi kepada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (20/2/2014).

Jokowi sudah melaporkan temuan itu ke partainya. Hanya saja Jokowi berpesan agar peristiwa itu tidak dibesar-besarkan.

"Saya cerita Desember, saya bilang jangan digede-gedeinlah," katanya.

Jokowi heran kenapa dirinya disadap. Sedangkan di rumah tak ada pembicaraan penting soal negara.

"Saya ini yang disadap apa sih, saya kalau ngobrol di rumah sama istri yang enteng-entengan masalah makanan, disadap apanya," ujarnya.

2. Alat Sadap di Ruang Tamu hingga Kamar Pribadi

Jokowi buka-bukaan soal penyadapan terhadap dirinya. Berbekal alat detektor, Jokowi menemukan 3 alat sadap di rumah dinasnya di Jl Taman Suropati No 7, Menteng, Jakarta Pusat.

"Ya kan ada detektornya, Desember lalu. Saya diem aja, saya sebenarnya nggak mau bicara masalah ini. Di rumah dinas, nemu 3, di kamar tidur, ruang tamu pribadi, ruang makan untuk rapat," kata Jokowi kepada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (20/2/2014).

Jokowi sudah melaporkan temuan itu ke partainya. Hanya saja Jokowi berpesan agar peristiwa itu tidak dibesar-besarkan.

"Saya cerita Desember, saya bilang jangan digede-gedeinlah," katanya.

Jokowi heran kenapa dirinya disadap. Sedangkan di rumah tak ada pembicaraan penting soal negara.

"Saya ini yang disadap apa sih, saya kalau ngobrol di rumah sama istri yang enteng-entengan masalah makanan, disadap apanya," ujarnya.

3. Cuma Ngobrol Ringan

Jokowi menemukan 3 alat sadap di rumah dinasnya. Lalu siapa sebenarnya siapa yang menyadap Jokowi dan apa kepentingannya?

"Nggak tahu, mengenai itu..Sudah lama Desember kok saya ceritanya ke partai," ungkap Jokowi.

Hal ini disampaikan Jokowi kepada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (20/2/2014).

Jokowi justru heran kenapa ada pihak yang ingin menyadapnya. Sedangkan hanya ada pembicaraan santai di rumahnya.

"Saya ini yang disadap apa sih, saya kalau ngobrol di rumah sama istri yang enteng-entengan masalah makanan, disadap apanya," ujarnya.

Yang membuat Jokowi semakin heran, kenapa sampai di kamar tidur juga disadap. "Nggak ngerti juga kok di ruang-ruang privasi," kata Jokowi.

Tapi Jokowi sudah melupakan hal itu. Jokowi tak ingin persoalan ini diperpanjang.

"Lupakanlah, saya aja sudah lupakan kok. Ya saya sempat kaget," kata Jokowi.

Dia juga tak melaporkan ke aparat berwajib. "Mikir saja nggak," kata enteng.

3. Cuma Ngobrol Ringan

Jokowi menemukan 3 alat sadap di rumah dinasnya. Lalu siapa sebenarnya siapa yang menyadap Jokowi dan apa kepentingannya?

"Nggak tahu, mengenai itu..Sudah lama Desember kok saya ceritanya ke partai," ungkap Jokowi.

Hal ini disampaikan Jokowi kepada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (20/2/2014).

Jokowi justru heran kenapa ada pihak yang ingin menyadapnya. Sedangkan hanya ada pembicaraan santai di rumahnya.

"Saya ini yang disadap apa sih, saya kalau ngobrol di rumah sama istri yang enteng-entengan masalah makanan, disadap apanya," ujarnya.

Yang membuat Jokowi semakin heran, kenapa sampai di kamar tidur juga disadap. "Nggak ngerti juga kok di ruang-ruang privasi," kata Jokowi.

Tapi Jokowi sudah melupakan hal itu. Jokowi tak ingin persoalan ini diperpanjang.

"Lupakanlah, saya aja sudah lupakan kok. Ya saya sempat kaget," kata Jokowi.

Dia juga tak melaporkan ke aparat berwajib. "Mikir saja nggak," kata enteng.

4. Buatan Luar Negeri

Politikus senior PDIP TB Hasanuddin berpendapat alat sadap yang digunakan buatan luar negeri namun pemasangnya orang Indonesia.

"Alat dari luar dan pemasangnya dalam negeri," kata Hasanuddin di Mabes AD, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Kamis (20/2/2014).

Wakil Ketua Komisi I DPR ini sudah tahu alat sadap itu sejak dua bulan lalu. Namun ia tak bisa menduga informasi apa yang dicari oleh pelaku pemasangan penyadap itu.

"Apa saja diambil dan itu dipilah mereka, kita tak tahu," ujar Hasanuddin.

PDIP sebagai partai tempat Jokowi bernaung meminta pengamanan di rumah dinas diperketat. Sehingga tidak terjadi peristiwa serupa.

"Ke depan kami lebih waspada. Pengetatan penjagaan dan lalu lintas," tutup purnawirawan jenderal TNI ini.

Sebelumnya, Jokowi mengaku menemukan 3 alat sadap di rumah dinas pada Desember 2013. Alat sadap itu ketahuan melalui penyisiran menggunakan alat detektor di ruang tamu hingga kamar tidur.

4. Buatan Luar Negeri

Politikus senior PDIP TB Hasanuddin berpendapat alat sadap yang digunakan buatan luar negeri namun pemasangnya orang Indonesia.

"Alat dari luar dan pemasangnya dalam negeri," kata Hasanuddin di Mabes AD, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Kamis (20/2/2014).

Wakil Ketua Komisi I DPR ini sudah tahu alat sadap itu sejak dua bulan lalu. Namun ia tak bisa menduga informasi apa yang dicari oleh pelaku pemasangan penyadap itu.

"Apa saja diambil dan itu dipilah mereka, kita tak tahu," ujar Hasanuddin.

PDIP sebagai partai tempat Jokowi bernaung meminta pengamanan di rumah dinas diperketat. Sehingga tidak terjadi peristiwa serupa.

"Ke depan kami lebih waspada. Pengetatan penjagaan dan lalu lintas," tutup purnawirawan jenderal TNI ini.

Sebelumnya, Jokowi mengaku menemukan 3 alat sadap di rumah dinas pada Desember 2013. Alat sadap itu ketahuan melalui penyisiran menggunakan alat detektor di ruang tamu hingga kamar tidur.

5. Pengamanan Diperketat

Setelah ditemukan 3 alat sadap, Jokowi kini memperketat pengamanan di rumah dinasnya di Jl Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat.

"Iya...yang pegang kunci-kunci juga sudah di-briefing," kata Jokowi di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (20/2/2014).

Jokowi sendiri tak melaporkan hal itu ke aparat. Jokowi malah melaporkan ke PDIP, kini dia menganggap persoalan itu selesai.

"Ya mau apa? Lagian yang mau disadap apa? Yang denger paling juga ngamuk-ngamuk, omongannya ini-ini saja," katanya.

Jokowi mengaku menemukan 3 alat sadap di rumah dinasnya pada Desember 2013 lalu. Jokowi langsung melapor ke Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri.

"Ya kan ada detektornya, Desember lalu. Saya diem aja, saya sebenarnya nggak mau bicara masalah ini. Di rumah dinas, nemu 3, di kamar tidur, ruang tamu pribadi, ruang makan untuk rapat," kata Jokowi kepada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (20/2/2014).


5. Pengamanan Diperketat

Setelah ditemukan 3 alat sadap, Jokowi kini memperketat pengamanan di rumah dinasnya di Jl Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat.

"Iya...yang pegang kunci-kunci juga sudah di-briefing," kata Jokowi di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (20/2/2014).

Jokowi sendiri tak melaporkan hal itu ke aparat. Jokowi malah melaporkan ke PDIP, kini dia menganggap persoalan itu selesai.

"Ya mau apa? Lagian yang mau disadap apa? Yang denger paling juga ngamuk-ngamuk, omongannya ini-ini saja," katanya.

Jokowi mengaku menemukan 3 alat sadap di rumah dinasnya pada Desember 2013 lalu. Jokowi langsung melapor ke Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri.

"Ya kan ada detektornya, Desember lalu. Saya diem aja, saya sebenarnya nggak mau bicara masalah ini. Di rumah dinas, nemu 3, di kamar tidur, ruang tamu pribadi, ruang makan untuk rapat," kata Jokowi kepada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (20/2/2014).


Halaman 2 dari 12
(aan/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads