Warga Kampung Pulo Masih Menolak Direlokasi ke Rusun Komarudin

Warga Kampung Pulo Masih Menolak Direlokasi ke Rusun Komarudin

- detikNews
Jumat, 21 Feb 2014 09:56 WIB
Warga Kampung Pulo Masih Menolak Direlokasi ke Rusun Komarudin
Kampung Pulo di kala banjir (dok. detikcom)
Jakarta - Dinas perumahan telah mendapat disposisi surat untuk merelokasi warga Kampung Pulo ke Rusun Komarudin, Jakarta Timur. Namun warga tetap menolak direlokasi, mereka beralasan lokasi tersebut terlalu jauh.

"Saya keberatan banget kalau dipindah ke Rusun Komarudin, soalnya itu terlalu jauh," ujar warga Rt 09/02, Atikah (40) saat berbincang dengan detikcom, Jumat (21/2/2014).

Sebagai ibu rumah tangga yang memiliki dua anak masih sekolah, sehari-harinya ia mencari penghasilan tambahan dengan bekerja di Pasar Jatinegara.

"Anak saya masih sekolah kelas dua dan tiga SD, kalau dipindah, kasihan, jaraknya jauh. Meskipun kalau sekolahnya pindah, kasihan juga, karena harus adaptasi lagi," imbuhnya.

Menurutnya lokasi rusun Komarudin terlalu jauh. Jika pun ingin direlokasi, ia memilih rusun Cibesel yang peruntukannya untuk warga Taman Burung.

"Kalau dari rusun Cibesel kan nggak terlalu jauh, udah gitu nggak ribet juga, paling tinggal sekali naik angkot langsung sampai," imbuhnya.

Alasan penolakan yang sama juga diucapkan oleh Usnah (43), warga Kampung Pulo, yang kesehariannya menjual alat tulis di Pasar Jatinegara. Alasan Usnah sama seperti Atikah, Rusun Komarudin dianggap terlalu jauh.

"Jauh banget jaraknya dari rusun Komarudin ke Pasar Jatinegara, sebenarnya kami ini mau dipindah ke mana? Kok malah nggak jelas gini," gerutul Usnah.

Ia pun telah lelah terkena dampak banjir setiap tahunnya. Program relokasi ini sebenarnya sangat didambakan, tapi masalah pemilihan lokasi tujuang yang menurut Usnah masih bermasalah.

"Kalau tinggal di rusun nggak perlu lagi khawatir kebanjir. Tapi kan harus lihat lokasi juga,"

Lokasi yang terlau jauh dari tempatnya mencari nafkah disebut Usnah bisa menimbulkan kesulitan ekonomi sendiri. Ia meminta penjelasan dari camat hingga gubernur dalam selesaikan masalah relokasi tersebut.

"Kalau jauh dari tempat kami nyari uang, ya susah juga. Makanya kami butuh kejelasan, sebenarnya kami mau pindah ke mana. Jangan malah warga dipermainkan," ungkapnya.


(edo/trq)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads