"Bahwa penganiayaan tidak pernah terjadi kepala Yuli. Tetapi hak Yuli melaporkan ke kepolisian Bogor dan prosesnya sudah berjalan," kata Victor dalam jumpa pers di Hotel Mirah, Bogor, Kamis (20/2/2014) malam.
Victor mengatakan, ada 12 pembantu yang dipekerjakan di rumah MS, di Perumahan Duta Kencana, Jl Danau Matana, Bogor Tengah, Kota Bogor. Lima di antaranya adalah laki-laki.
"Menyangkut penganiayaan, bisa nanti dicek kepada polisi apakah memang ada, tetapi sekali lagi tidak ada penganiayaan terhadap namanya Yuli atau PRT lainnya," imbuh Victor.
Victor juga membantah soal dugaan penyekapan yang dilakukan oleh Ny M. Menurutnya, keduabelas pembantu itu bisa dengan leluasa keluar-masuk rumah tersebut.
"Dan diijinkan pergi, dan tukang roti pagi-pagi masuk dan dibayari oleh tuan rumah dari keluarga MS," lanjutnya.
Pada saat aktivitas tertentu, gerbang pintu rumah tersebut bisa dibuka. Bahkan pada sore hari, para pembantu dijajani makan bakso oleh sang majikannya.
"Sore hari juga makan bakso, terbuka pintunya, juga buang sampah terbuka pintunya, juga yang beli rokok tadi terbuka pintunya dan menyuci mobil itu juga diluar dan satu lagi kalau bersih-bersih di halaman juga pintunya terbuka, dimana penyekapannya? Ini faktanya," paparnya.
"Ini juga nanti akan diungkapkan oleh keluarga MS kalau toh diperiksa polisi," tambahnya.
Victor menambahkan, selama ini pemberitaan mengenai Ny M tidak berimbang. Untuk itu, pihak Ny M kemudian menunjuk dirinya selaku juru bicara.
(mei/jor)











































