"Ini hanya misskomunikasi saja," kata Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, Kompol Arief Fajar kepada detikcom, Kamis (20/2/2014) malam.
Arif Fajar menjelaskan, ketersinggungan ini berawal adanya laporan korban kehilangan sepeda motor. Korbannya merupakan adik anggota TNI AU. Korban membuat laporan kehilangan pada Rabu (19/2/2014).
"Kita sudah menerima laporannya. Namun belum dilakukan penyelidikan atas kasus kehilangan itu. Cuma karena dua hari listrik padam, sehingga ada keterlambatan," kata Kompol Arief Fajar.
Atas keterlambatan itu, awalnya dua anggota TNI AU yang datang sempat tersinggung atas keterlambatan itu. Sempat terjadi cekcok antara anggota TNI dan Polri.
"Tak lama datang beberapa oknum TNI lagi. Namun tidak ada bentrok. Kita sudah selesaikan secara baik-baik," kata Kompol Arief Fajar.
Kedatangan anggota TNI AU langsung mendapat respon dari Polisi Militer TNI AU, untuk mencegah hal-hal yang tidak dinginkan. Satu unit mobil patroli TNI AU berada di Mapolsek dan langsung memerintahkan beberapa anggota TNI AU untuk meninggalkan Mapolsek.
Kepala Penerangan dan Perpustakaan (Kapentak), Mayor Sus filfadri, juga tiba di Mapolsek Sukajadi.
Kepada detikcom, Mayor Filfadri mengatakan, bahwa masalah tersebut sudah diselesaikan secara baik-baik.
"Ini hanya ketersinggungan karena anggota kita kehilangan motor, namun merasa tidak terakomodir dengan baik di Mapolsek. Karena sudah dua hari melapor, namun surat kehilangan untuk asuransi belum juga keluar. Inilah yang membuat ketersinggungan itu," kata Mayor Filfadri.
Dia menjelaskan, bahwa saat ini seluruh anggota TNI AU sudah diperintahkan kembali ke Markas TNI AU.
"Kita akan selidiki secara internal terkait masalah ini," kata Filfadri.
(cha/jor)











































