"Jalan rusak tersebut sudah diperbaiki hingga tinggal 120 titik atau 2.407 meter persegi. Jika dipersentase wilayah jalan rusak di Jakarta Timur kini tinggal 10 persen lagi yang belum diperbaiki," ujar Kasie Pemeliharaan Jalan dan Jembatan, Sudin PU Jakarta Timur, Ahmad Yazied saat dihubungi, Kamis (20/2/2014).
Yazied mengatakan, akibat terjangan banjir terdapat 560 titik atau sekitar 24.470 meter persegi jalan yang rusak di Jakarta Timur. Kondisi jalan yang rusak parah seperti di Jalan Raya Bekasi Timur, Jalan I Gusti Ngurah Rai, dan Jalan Tipar Cakung.
Ia menargetkan pekan depan jalan-jalan tersebut telah diperbaiki semua dengan aspal. Pihaknya terus berkerja siang-malam untuk memperbaiki jalan tersebut.
"Sekarang tinggal lubang-lubang kecil saja yang belum diperbaiki. Perbaikan jalan rusak ini menggunakan dana tak terprediksi pasca banjir," imbuhnya.
Untuk jalan rusak yang tidak dapat ditambal dengan aspal seperti di Jalan Raya Bekasi, tepatnya di kolong fly over Jatinegara, Yazied menjelaskan pihaknya akan melakukan betonisasi.
"Volumenya mencapai 540 meter persegi dan saat ini baru 135 meter persegi atau 25 persennya. Pengecoran dilakukan bertahap sambil menunggu kering hasil coran. Betonnya sendiri kita gunakan jenis K 600 dengan kualitas mutu tinggi, agar dalam waktu satu minggu cepat kering," tuturnya.
(edo/rmd)











































