"KPK tidak pernah menaruh alat sadap di mana pun. Apa kepentingannya KPK menyadap Pak Jokowi," kata Jubir KPK, Johan Budi di kantornya, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (20/2/2014).
Sebelumnya, kabar ditemukannya tiga alat sadap di rumah dinas Jokowi itu keluar dari mulut Sekjen PDIP, Tjahjo Kumolo. Menurut Tjahjo, Jokowi telah melaporkannya ke DPP PDIP.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya kan ada detektornya, Desember lalu. Saya diem aja, saya sebenarnya nggak mau bicara masalah ini. Di rumah dinas, nemu 3, di kamar tidur, ruang tamu pribadi, ruang makan untuk rapat," kata Jokowi kepada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta.
(kha/mad)











































