"Gue ajak lihat dia (Jokowi) tanam bambu, ngajak ngerti kalau sungai itu sumber kehidupan," ujar pria yang akrab disapa Bang Haji Idin ini di hutan kota Sangga Buana, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Kamis (20/2/2014).
"Gue ajak lihat penanganan sampah siapa tahu dibantu," imbuhnya.
Jokowi yang ada di sampingnya langsung menanggapi. "Kok siapa tahu, ya pasti dibantu," kata Jokowi.
Jokowi, Idin, dan sejumlah perangkat wilayah setempat berkeliling di lahan yang banyak ditanami bambu itu. Sebagiannya lahan milik Pemprov DKI ini juga digunakan untuk kolam ikan, lahan ternak kelinci, dan kandang kuda pacu.
Jokowi sempat menanyakan jenis bambu apa saja yang ditanam di lokasi itu. Bang Haji Idin menjawab, jenis-jenis bambu yang ditanamnya antara lain Petung, Andhong, dan Kuning.
"Kita tanam di bantaran kali, ada 10 ribu," kata Idin.
Idin juga mengajak Jokowi melihat-lihat tempat pengelolaan sampah yang tak jauh dari hutan kota. Pria yang bepenampilan khas Betawi ini menceritakan bahwa dia dan sekelompok orang lainnya setiap hari mengelola 7 truk sampah.
Dia berharap apa yang mereka lakukan bisa menjadi inspirasi bagi warga lainnya untuk tidak hanya berpikir tentang membuang sampah, tapi juga tentang mengolah sampah.
Jokowi sekali lagi sepakat dengan apa yang disampaikan Idin. Menurutnya, jika masyarakat mau mengolah sampahnya, maka akan lebih ramah lingkungan dan lebih menghemat biaya transportasi.
Ditemui di tempat yang sama, Camat Cilandak, Dhani Sukma mengatakan bahwa dia berharap Pemprov DKI bersedia turut andil dalam proses pengelolaan sampah yang saat ini masih belum profesional.
"Kita perlu keterpaduan, desain bagus, advokasi, peralatan harus mantap berhasil dan ramah lingkungan," kata Dhani.
"Jadi amdalnya, tata kotanya seperti apa," imbuhnya.
Dia mengatakan bahwa saat ini pengelolaan yang masih sederhana ini butuh sentuhan dari Pemprov DKI. Dhani menilai, tak masalah jika pengelolaan sampah dilakukan untuk sampah masyarakat sekitar.
"Tapi nanti kalau dari mana-mana juga, jadinya bukan hutan kota tapi hutan sampah," ujarnya.
(sip/rmd)











































