Dahlan yang mengenakan batik merah memilih melipir ke rumah Nursiyah, seorang perempuan lanjut usia saudara angkat penasihat pencapresannya, Tiopan Bernhard (TB) Silalahi. Dahlan makan dengan lahapnya di rumah panggung Nursiyah yang terletak di Desa Taulan, Kabere, Enrekang, Sulawesi Selatan, Kamis (20/2/2014).
Dahlan, TB, dan rombongannya disuguhi oleh makanan khas setempat, yaitu Nasu Buku. Makanan ini merupakan olahan berkuah dengan daging sapi yang dimasak dengan rempah dan santan sedemikian rupa. Daging terasa empuk dan mudah terlepas dari tulang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Daging sapi diambil dari Sapi Bali, sapi berwarna coklat muda. Masyarakat setempat menyatakan daging Sapi Bali lebih lezat dan empuk dibanding daging dari sapi yang biasa dipelihara di Pulau Jawa, yaitu sapi putih tinggi besar.
Tak berhenti sampai menyantap hasil jadinya saja, Dahlan juga turun tangga rumah panggung guna mengecek cara ibu-ibu memasak Nasu Buku di bawah. Kesempatan ini dimanfaatkan ibu-ibu sekitar untuk bercengkrama dan berfoto dengan peserta konvensi capres Partai Demokrat ini.
"Pak, foto dulu, Pak!" kata salah seorang ibu ke Dahlan yang sedang mencoba mengaduk kuah coklat mendidih Nasu Buku.
(dnu/rmd)










































