Indonesia Police Watch (IPW) mensinyalir ketidakseriusan kepolisian dalam mengungkap kasus itu karena tidak adanya yang mensponsori penanganan kasus ini.
"Kalau kita lihat karena faktor ketidakmauan saja (dari pihak polisi). Kan sudah jadi rahasia umum lah bahwa polisi mau mengerjakan sesuatu itu dengan serius kalau di balik itu ada nuansa duitnya, ada nuansa uangnya," kata Ketua Presidium IPW Neta S Pane kepada detikcom, Kamis (20/02/2014).
Dengan lantang Neta menegaskan penanganan kasus pencurian di Museum Nasional tersebut tidak ada yang mensponsori sehingga pihak kepolisian seperti malas-malasan dalam mengusutnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Padahal, Neta meneruskan, polisi sebagai aparat negara seharusnya serius juga mengungkap kasus-kasus kejahatan terhadap negara termasuk kasus museum ini. "Kalau semangat itu gak ada, kita sangat prihatin dengan kondisi ini," ujar Neta menyesalkan.
Atas kondisi ini, IPW mengimbau kepada Kapolda Metro Jaya untuk memanggil penyidik dan memberikan target waktu penyelidikan kasus. "Kalau tidak mampu ya dicopot aja penyidiknya, kemudian pimpinan penyidiknya diganti dengan pejabat yang baru,” tegas Neta lagi.
Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Kacung Marijan mengatakan hingga kini pihak kepolisian belum berhasil mengungkap kasus pencurian meski sudah dilaporkan ke polisi sejak September tahun lalu.
“Sampai sekarang belum (terungkap), polisi sudah lapor kami juga, tapi belum,” tutur Kacung dengan nada prihatin saat dihubungi detikcom, Kamis (20/02/2014).
Kepolisian Daerah Metro Jaya hingga sekarang masih terus melakukan penyelidikan. Namun titik terang juga belum didapat. Ironisnya, hingga saat ini belum ada satupun yang dijadikan tersangka. "Belum ada," ujar Juru bicara Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto kepada detikcom, Rabu (19/02/2014).
(brn/brn)











































