Naga Emas Raib, Polisi Khusus Disiapkan Jaga Museum

Raibnya Artefak Emas Museum Nasional

Naga Emas Raib, Polisi Khusus Disiapkan Jaga Museum

Idham Khalid - detikNews
Kamis, 20 Feb 2014 14:50 WIB
Naga Emas Raib, Polisi Khusus Disiapkan Jaga Museum
Olah tempat kejadian perkara di Museum Nasional. (Foto - Hasan Alhabsy/detikcom)
Jakarta - Empat koleksi benda bersejarah Museum Nasional hilang pada 11 September 2013 lalu. Keempatnya adalah Lempeng Naga Mendekam Berinskipsi, Lempeng Bulan Sabit Beraksara, Wadah Bertutup (Cepuk), dan Lempeng Harihara.

Semua lempeng berlapis emas tersebut diyakini merupakan peninggalan kerajaan Mataram kuno pada abad 10 masehi. Benda-benda bersejarah itu ditemukan pada abad ke-18. Pasca empat koleksi benda bersejarah hilang, keamanan Museum Nasional kini diperketat.

Jumlah petugas keamanan di museum terbesar se Asean ini ditambah hingga dua kali lipat dari sebelumnya. Delapan belas pos di museum tersebut semua dijaga oleh petugas keamanan. “Satu pos ada yang satu orang ada yang dua orang,” kata seorang petugas keamanan yang tak mau disebut namanya kepada detikcom, Selasa (18/2) di Museum Nasional.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain petugas keamanan, jumlah kamera pengintai atau CCTV juga ditambah. Hampir di setiap sudut ruangan dipasangi CCTV. Setiap pengunjung yang akan masuk ke lingkungan museum harus menitipkan tas dan barang bawaannya ke petugas.

Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kacung Marijan mengakui, sejak kasus hilangnya empat artefak, keamanan Museum Nasional diperketat. Salah satunya dengan memperbanyak jumlah CCTV. Semua CCTV itu dikendalikan dari sebuah ruang kontrol.

Dari ruang tersebut juga bisa diketahui seluruh CCTV dapat dilihat berfungsi atau tidak.
“Banyak (CCTV). Anda bisa lihat ngontrol di dalam itu. Itu bisa dilihat CCTV berfungsi tidaknya, itunya bagaimana, itu bisa dilihat semua,” kata Marijan kepada detikcom, Kamis (20/2).

Bahkan CCTV sudah banyak terpasang sejak sebelum empat artefak emas itu hilang dari Museum Nasional. Hanya menurut Marijan ada satu CCTV yang kebetulan tidak berfungsi.

“Nah dulu, sebetulnya sudah ada cctvnya. Hanya di dalam satu ruang itu ada yang tidak berfungsi. Di tempat yang kecurian itu, ada (CCTV) tapi tidak berfungsi, yang pasti itu keteledoran,” papar Marijan.

Pembenahan juga dilakukan dengan upgrade dan pelatihan – pelatihan serta pembinaan mental bagi petugas keamanan. Bahkan kementerian berencana menggunakan polisi khusus, yaitu polisi cagar budaya untuk menjaga koleksi museum.

“Kami kan harus kerjasama dengan kepolisian untuk ini. Dengan kepolisian itu tidak hanya ketika ada pencurian tapi juga pencegahan supaya tidak terjadi pencurian,” kata Marijan.

Sambil menunggu pembenahan terkait keamanan menurut Marijan tata letak ruang pameran juga akan disusun ulang. “Ada pembenahan internal, itu termasuk semuanya, tata pamernya, data - datanya, katalogisasinya,” kata dia.

Saat semua pembenahan selesai dilakukan dia menjamin semua koleksi museum bisa dinikmati oleh pengunjung.

(erd/erd)


Berita Terkait