Meski kondisi masih berdebu, wisatawan tetap berkunjung ke keraton. Jumlah pengunjung belum terlalu banyak. Jauh lebih sedikit dibandingkan sebelum hujan abu vulkanik.
Sekretaris Tepas Pariwisata Keraton Ngayogyakarta, Brahmana mengatakan, hari pertama buka sudah mulai ada tamu baik rombongan maupun pribadi. Wisatawan asing juga sudah ada yang berkunjung, namun jumlahnya masih cukup sedikit. Mereka berasal Belanda, Jepang, Perancis, Jerman, dan Malaysia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada hari biasa selain libur panjang, jumlah wisatawan domestik di keraton Yogyakarta per hari 600-700 pengunjung. Sementara pada saat libur panjang, wisatawan domestik yang berkunjung mencapai 5 ribu-6 ribu pengunjung. Untuk wisatawan asing, paling banyak biasanya pada bulan Desember.
"Sejak libur kemarin, sudah banyak telepon yang menanyakan sudah dibuka belum. Hari Sabtu besok, sudah ada yang telepon mau datang rombongan sebanyak 1.600 orang dari Jawa Barat," katanya.
Wisatawan asal Jakarta, Erwida(31) mengatakan, kondisinya masih berdebu maka harus tetap mengenakan masker. Namun tetap bisa menikmati suasana Yogya baik kulinernya atau lainnya. Meski masih banyak obyek wisata yang belum buka.
"Saya juga sudah jalan-jalan di Malioboro. Yang penting tetap pakai masker, dan saya bisa enjoy," kata Erwida di Keraton Yogyakarta.
(trw/trw)










































