"Sudah bisa diduga itu, lihat saja kinerjanya," kata Hendrawan saat dihubungi detikcom, Kamis (20/2/2014).
Hendrawan menilai pihak-pihak yang menekan Risma selama ini tidak bisa menerima gaya kepemimpinan baru yang ideal. Saat ini yang diinginkan masyarakat adalah pemimpin yang berani 'blusukan' dan sederhana seperti Risma dan juga Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo.
"Yang menekan itu yang bodoh. Mereka tidak melihat kepemimpinan yang ideal. Ini yang menekan itu kader stok lama, yang masih berpikir dgn paradigma lama," ujar anggota DPR Komisi VI ini.
"Parameter kepemimpinan sekarang sudah berbeda dengan yang dulu. Dulu glamor, dikawal, berdasi, pertemuan di hotel. Kalau sekarang kan sederhana, blusukan, batiknya Rp 150.000 bukan Rp 15 juta. Itu ada pada risma dan juga Jokowi," lanjutnya.
Ia juga langsung bertindak untuk 'menjaga' Risma dari tekanan-tekanan politik.
"Saya kirim SMS, menghubungi kader-kader PDIP di Surabaya untuk merapatkan barisan," pungkasnya.
(van/van)











































