Merampok di Hari Valentine, Remaja Ini Ambil Cokelat untuk Pacarnya

Merampok di Hari Valentine, Remaja Ini Ambil Cokelat untuk Pacarnya

- detikNews
Kamis, 20 Feb 2014 13:20 WIB
Merampok di Hari Valentine, Remaja Ini Ambil Cokelat untuk Pacarnya
Foto: Angling Adhitya P/detikcom
Semarang - Setali tiga uang, mungkin itu yang dipikirkan remaja pelaku pencurian ini. Hari Jumat (14/2/2014) lalu remaja berinisial MA (17) merampas motor pelanggan minimarket di Jalan Woltermonginsidi. Berhubung bertepatan dengan hari Valentine, MA juga mengambil tiga batang cokelat untuk pacarnya.

Saat kejadian, ia dan dua rekannya, Mochamad Riza Aqim (19) warga Terboyo Wetan dan seorang mahasiswa bernama Tri Bambang Adhi Prakoso (22) warga Jalan Trimulyo Kecamatan Genuk datang ke Indomaret Ganesa dan berpura-pura sebagai pembeli.

Menurut pengakuan MA, awalnya ia dan dua orang tersebut ingin mencari kakaknya, Khoirul Anam, tapi di tengah perjalanan timbul niat ingin merampas motor karena tidak punya motor. Mereka kemudian beraksi dengan membawa celurit dan pedang.

"Saya sudah tiga kali aksi di minimarket. Di Genuk dapat motor Vega terus dijual kakak, padahal saya ingin punya motor," kata MA di Mapolrestabes Semarang, Kamis (20/2/2014).

"Kalau mau aksi biasanya minum dulu, mabuk," imbuhnya.

Setelah masuk ke minimarket, MA mengancam karyawan agar menyerahkan uang dan motornya. Kebetulan saat itu ada pembeli bernama Jati Nugroho masuk. Jati pun dianiaya dan diminta barang-barangnya.

"Saya tanya (pelanggan) kunci motornya mana, ternyata masih di motor. Terus mereka melawan jadi saya bacok," ujarnya.

Mengetahui kunci motor korban masih terpasang, ia langsung berniat membawa lari motor Mio tersebut. Namun sebelum keluar minimarket, ia teringat aksinya dilakukan di hari kasih sayang, maka ia mengambil tiga batang cokelat sebelum kabur.

"Ambil tiga batang buat valentina-an sama pacar. Jangan sampai dia tahu kalau itu curian," ujar remaja yang di tembak kaki kirinya itu karena berusaha kabur saat ditangkap.

MA diketahui sudah melakukan aksi perampasan di minimarket sebanyak tiga kali, sementara rekannya Riza sudah enam kali. Oleh sebab itu ia merasa tergiur ketika diajak merampok di minimarket.

"Istri saya lagi hamil 4 bulan, butuh uang buat beli susu," ujar Riza.

Sementara itu pelaku lain, Tri Bambang awalnya hanya diajak Riza untuk mentatto dan mencari kakak MA. Namun tiba-tiba ia diajak merampok dan bertugas menjaga pintu.

"Awalnya disuruh mentatto Riza, terus ditelepon suruh mencari kakak MA. Lagian saya stress putus cinta," ujar pria bertato itu.

"Masing-masing dapat Rp 400 ribu," timpal MA.

Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Djihartono mengatakan pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap pelaku yang masih satu kompolotan tiga remaja tersebut. Dan untuk tiga tersangka yang sudah tertangkap dijerat pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

"Kami sudah kantongi nama pelaku lainnya. Dikenakan juga undang-undang darurat karena membawa senjata tajam," kata Djihartono.

"Kami akan segera tangkap yang lainnya karena ini meresahkan pengusaha minimarket 24 jam," imbuhnya.

Dari tangan tersangka disita uang tunai Rp 1,3 juta, 15 slop rokok, tiga telepon seluler, satu unit komputer, dan tiga unit motor yaitu sau motor Mio milik korban dan dua motor milik pelaku.

(alg/try)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads