Menhut Desak Polisi Tangkap Juga Cukong Ilegal Logging

Menhut Desak Polisi Tangkap Juga Cukong Ilegal Logging

- detikNews
Minggu, 05 Des 2004 21:29 WIB
Yogyakarta - Menteri Kehutanan (Menhut) MS Kaban mendesak polisi agar tidak hanya menangkap "pion-pion" ilegal logging saja. Tapi polisi juga harus menangkap cukong-cukong ilegal logging.Polisi harus menangkap pelaku ilegal logging. Namun yang ditangkap tidak hanya pion-pionnya saja. Tapi juga para cukongnya, perlu kita cari," kata MS Kaban dalam sebuah acara di Kantor Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Kepatihan, Jalan Malioboro, Minggu (5/12/2004).Menhut mengatakan, dengan dilakukan operasi ini, sedikit banyak telah memberikan shock therapy bagi para pencoleng kayu. "Dengan operasi ini mereka sudah tiarap dan kita tidak ingin operasi ini berhenti begitu saja," kata Kaban.Menhut menambahkan, dengan digalakkannya operasi tersebut, banyak para cukong yang sudah kabur. "Sedangkan alat beratnya, sudah ditinggal di lokasi. Kita tidak peduli dan akan mengejar mereka," tambahnya. Keyakinan Menhut untuk menuntaskan ilegal logging salah satunya karena mendapat dukungan dari presiden. "Kita yakin karena presiden sudah mencanangkannya. Mereka harus dilawan, sampai betul-betul habis. Dan saya tidak akan kompromi," tegasnya.Kaban menyatakan, hasil operasi ilegal logging yang dilakukannya saat ini sudah menunjukan hasil. Paling tidak di Kalimantan Timur sudah ditemukan, sekitar 48 ribu meter kubik kayu ilegal. "Proses selanjutnya akan dilakukan oleh polisi," tandasnya."Jadi kita tunggu saja (hasil polisi). Saya belum berani mengatakan semuanya, karena operasi ini dilakukan oleh Polri. Kita hanya mendampingi saja," tukasnya.Menhut sangat yakin, semua pelaku ilegal logging harus tertangkap. "Karena ini taruhannya, adalah wibawa kepolisian termasuk negara," tukasnya.Saat ini, kata Kaban, operasi ilegal logging baru di Kalimantan dengan alasan daerah tersebut betul-betul rawan ilegal logging. Namun di masa mendatang, juga akan dilakukan di pulau lain, misalnya di Papua dan Sumatera. (mar/)


Berita Terkait