Permintaan untuk membantu Hambit Bintih, bupati Gunung Mas terpilih disampaikan Rusliansyah saat menemui Nisa di kediaman orang tuanya pada 14 September 2013. Rusliansyah datang 3 hari setelah KPU Gunung Mas menetapkan pemenang Pilkada pada 11 September 2013.
"Rusli menyampaikan kepada saya, minta saya membantu Pak Hambit," kata Nisa saat diperiksa sebagai terdakwa di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (20/2/2014).
Menurut Nisa, Hambit ingin dihubungkan dengan pihak MK lantaran adanya permohonan keberatan atas hasil Pilkada yang diajukan calon yang kalah. "Saya jawab kenapa kita bantu Pak Hambit? Karena dia PDIP, sedangkan calon Golkar kalah. Saya mengatakan tidak bersedia membantu," ujar Nisa.
Usai pertemuan tersebut, Rusli kembali menghubungi Nisa melalui telepon. Permintaannya sama, meminta Nisa untuk membantu Hambit dipertemukan dengan Akil Mochtar yang saat itu menjabat Ketua MK. "Permintaannya mempertemukan Pak Hambit dengan Pak Akil, tapi saya yakin itu kaitannya sengketa pilkada Gunung Mas," katanya.
Pada 18 September, Rusli kembali menelepon Nisa mengatakan keinginan Hambit bertemu langsung. "Saya katakan ya sudah kalau harus bertemu Pak Hambit saya bersedia," sebutnya.
Pertemuan antara Hambit, Nisa dan Rusliansyah dilakukan pada 19 September 2013 di Hotel Sahid Jakarta. Dalam pertemuan Hambit secara langsung meminta dipertemukan dengan Akil.
Nisa mempertanyakan alasan Hambit ingin bertemu Akil. Sebab Hambit yang ditetapkan sebagai pemenang memperoleh suara sah lebih dari 50 persen. "Hambit mengatakan pede ya pede bu tetapi karena ada yang menggugat," kata Hambit kepada Nisa.
Hambit khawatir gugatan yang diajukan Jaya Samaya Monong akan diterima MK. Alasannya, Jaya merupakan keponakan dari Teras Narang yang diketahui pernah menjadi rekan satu fraksi kala Akil masih menjadi anggota DPR.
"Pak Hambit juga mengatakan di MK itu yang menang bisa jadi kalah," ujarnya.
Karena kekhawatiran Hambit dikalahkan di MK, Nisa akhirnya bersedia membantu. "Ada kekhawatiran Pak Hambit antara lain (gugatan) Jaya, takut diulang yang menang bisa jadi kalah maka terketuk hati saya bersedia membantu Pak Hambit," tutur Nisa.
Nisa kemudian mengirimkan SMS ke Akil untuk meminta bantuan. "Saya mengirimkan SMS ke Pak Akil yang bunyinya Pak Akil saya minta bantu bupati incumbent yang menang," ujarnya.
(fdn/rmd)











































