"Secara umum kondisi logistik aman, hanya kabupaten Malang saja di mana 200 kota suara rusak," kata komisioner KPU Arief Budiman di kantornya, Jalan Imam Bonjol, Jakpus, Kamis (20/2/2014).
Menurutnya, kerusakan itu masih bisa ditangani oleh KPU Daerah dengan meminjam kotak suara KPU Blitar dan Kota Malang yang jumlahnya cukup.
"Di Kabupaten Kediri, seorang petugas PPS (Panitia Pemungutan Suara/KPU Kelurahan) meninggal dunia, karena dia sempat ke rumahnya saat abu vulkanik keluar," ujarnya.
Arief mengatakan KPU sudah mengkonfirmasi ke BMKG soal perkiraan erupsi berakhir, namun BMKG belum bisa memastikan.
"Yang agak merepotkan adalah posisi pengungsian warga yang terpencar-pencar tidak berada di satu lokasi. Kalau mereka terpencar kita tidak mungkin merelokasi TPS karena pemilihnya di banyak titik," ucapnya.
Ia mencontohkan, korban erupsi di Kediri dia bisa mengungsi ke Malang. Maka korban-korban yang mengungsi itu perlu KPU dapatkan datanya.
"Datanya terus kami update karena jumlahnya sangat dinamis. Tiap hari warga bisa berpindah-pindah lokasi pengungsian, atau ke rumah suadranya ke tempat lain," imbuhnya.
(bal/van)











































