Risma Jadi Wali Kota Pilihan Bulan Februari 2014 City Mayor Foundation

Risma Jadi Wali Kota Pilihan Bulan Februari 2014 City Mayor Foundation

- detikNews
Kamis, 20 Feb 2014 11:18 WIB
Risma Jadi Wali Kota Pilihan Bulan Februari 2014 City Mayor Foundation
Jakarta - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menjadi wali kota pilihan bulan Februari 2014 oleh City Mayor Foundation. Organisasi think tank dari para profesional dunia yang memantau kinerja para pemimpin daerah dalam penataan kawasan urban ini menuliskan sederet prestasi "Mayor of the Month for February 2014".

Organisasi ini dulunya juga menobatkan Jokowi sebagai wali kota terbaik ketiga dunia tahun 2012 dalam World Mayor Prize 2012. Setiap bulannya City Mayor Foundation memilih kepala daerah terbaik. Pada bulan Februari 2014 ini, City Mayor Foundation menobatkan Risma. Demikian dikutip dalam situsnya yang dirilis pada 5 Februari 2014 dan dikutip Kamis (20/2/2014).

Dituliskan dalam laman City Mayor Foundation yang berbasis di London, Inggris itu bahwa Risma yang terpilih sejak 2010 itu, telah berhasil merevitalisasi dan mengembangkan peran pelabuhan. "Sejak saat itu pelabuhan Surabaya telah mengalami peningkatan traffic 200 persen," demikian ditulis dalam laman itu.

Risma yang lulusan Arsitektur ITS ini juga disebut berhasil membenahi taman-taman kota, membuka ruang terbuka hijau hingga sekarang sudah ada 11 taman kota bertema di Surabaya, dilengkapi WiFi, jogging track dan lainnya. Pemakaman juga difungsikan sebagai ruang resapan air.

Program satu orang satu pohon, melestarikan hutan mangrove di kawasan pantai Surabaya, mengubah rumah bordil menjadi lahan terbuka hijau, pendidikan dan kesehatan gratis untuk warga miskin juga menjadi sorotan positif City Mayor Foundation.

"Menjadi wali kota tidak hanya menyelesaikan masalah banjir dan semacamnya. Ini tentang menolong orang untuk membuat mereka berkembang dan sukses. Saya rasa peran saya untuk membuat warga kota saya makin sejahtera," kata Risma seperti dikutip dari situs itu.

Integritas, kejujuran dan profesionalisme Risma rupanya mengundang investor asing untuk menanamkan modalnya seperti Yakult dan Unicharm (Jepang), Swing (Korsel), Cargill (USA) dan Unilever (Belanda/Inggris).

Tantangan yang dihadapi Risma disebutkan adalah penataaan Kebun Binatang Surabaya (KBS) yang menjadi pemberitaan media internasional karena hewan-hewan di dalamnya mati secara beruntun. Risma akhirnya mengambil alih pengelolaan KBS, melakukan investigasi independen terkait matinya hewan-hewan itu.

Risma, dalam artikel itu, juga mengklaim bahwa investor swasta akan menghancurkan KBS dan membangun hotel di atas tanah yang dimiliki Pemkot Surabaya. Akhirnya pengambilalihan KBS ke Pemkot Surabaya terjadi di Februari 2014 dan Risma akan membentuk manajemen baru.

(nwk/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads