"Biasanya kalau ada matahari nanti hilang dengan sendirinya," kata Kepala Sub Bidang Peringatan Dini Cuaca Ekstrem Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) Kukuh Ribudiyanto kepada detikcom, Kamis (20/2/2014).
Kukuh mengatakan, asap kendaraan terperangkap karena kelembaban yang cukup tinggi di bagian bawah atmosfer. Setelah matahari bersinar maka suhu akan naik dan asap-asap ini bisa terlepas ke atmosfer.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Warga Cikupa dan Tigaraksa melihat adanya kabut yang cukup tebal menyelimuti kawasan ini sekitar pukul 06.30 WIB. Namun setelah matahari muncul pada pukul 07.30 WIB kabut ini mulai hilang.
(nal/nrl)










































