Banjir Blitar, Warga Tidur di Jalan
Minggu, 05 Des 2004 05:38 WIB
Blitar - Meski dingin menyengat, sejumlah warga korban banjir di Blitar tidur di jalanan untuk berjaga-jaga mengantisipasi upaya pencurian terhadap rumah kosong.Banjir di Kecamatan Sutojayan dan Kademangan, Kabupaten Blitar, Jawa Timur belum pulih benar. Warga masih berada di pengungsian. Namun sejumlah warga memilih berada di dekat rumahnya untuk menjaga harta bendanya tidak berpindah tangan, meski berarti harus tidur di jalanan."Apalagi listrik masih padam. Jadi suasana malam gelap gulita. Kita jaga-jaga takut ada pencuri," kata Suwigno (40) saat ditemui di Desa Sutojayan, Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar Selatan sedang berjaga-jaga bersama sekitar 15 pria lain, Sabtu (5/12/2004).Di Desa Sutojayan, ada dua dusun yakni Krajan dan Gondang Legi yang masih mengalami listrik padam. Tampak sejumlah warga yang tiduran di jalanan beralaskan seadanya, seperti kursi dan meja."Pengalaman semalam di Desa Kalipang, ada pertokoan yang ditinggal trus kecurian. Untung pencurinya ditangkap. Jadi kita jaga-jaga supaya tidak ada pencurian. Sebab penghuni rumah kan pergi mengungsi, barang-barang ditinggal," lanjut Suwigno yang mengaku memang kelahiran Desa Sutojayan.Berdasarkan pantauan, terlihat 95 persen ratusan bangunan di Desa Sutojayan rusak parah akibat diterjang banjir yang beberapa hari lalu mencapai 3 meter. Sebagian wilayah sudah surut airnya, namun sebagian lagi masih setinggi 50 cm, terutama bangunan di sekitar sungai masih digenangi air.Bekas genangan air setinggi 3 meter terlihat di bangunan SDN 2 Sutojayan. Sedangkan rumah warga tampak porak-poranda, pagar jebol, dan kursi tersebar dimana-mana.Di Desa Kalipang listriknya sudah menyala. Namun situasi tetap sepi karena penghuni mengungsi. Kantor Telkom Sentral Telepon Otomat Lodoyo sudah kering. Namun terlihat banyak ular berkeliaran di jalanan.
(sss/)











































