Aktivis 1945-2000 Tuntut Arah Perubahan Diluruskan
Minggu, 05 Des 2004 00:06 WIB
Jakarta - Para aktivis 1945-2000 berkumpul dalam pertemuan yang digagas sebagai Forum Aktivis Lintas Generasi. Mereka menuntut arah perubahan harus diluruskan agar jelas tujuannya.Pertemuan yang bertema halal bihalal aktivis lintas generasi-lintas kota itu berlangsung di Hotel Le Meridien, Sudirman, Jakarta Pusat pukul 19.30-22.30 WIB, Sabtu (4/12/2004).Sekitar 200 aktivis hadir dalam suasana yang rileks dan akrab itu. Turut hadir Rachmawati Soekarnoputri yang didaulat sebagai aktivis segala jaman, AM Fatwa yang pernah menjadi korban peristiwa Tanjung Priok, dan Hariyadi Darmawan dari angkatan 1966."Tujuan pertemuan untuk menuntut arah perubahan yang dilakukan harus diluruskan lagi. Jadi kami masih memberi kesempatan kepada Presiden SBY untuk menentukan kembali arah perubahan, mengingat usia kabinet belum 100 hari," kata penggagas forum Indro Cahyono dari angkatan 1978.Menurut dia, ada pesimisme dalam perubahan yang dicanangkan SBY karena tidak jelas. Misalnya SBY bicara untuk memberantas korupsi, tapi belum ada tindakan."Para menteri dalam kabinet lebih berfungsi sebagai peninjau ke daerah-daerah. Padahal mereka seharusnya punya konsep mengenai apa yang harus dilakukan," ujar Indro.Dalam pernyataan sikapnya, Forum Aktivis Lintas Generasi menilai perubahan dan harapan rakyat atas perubahan harus dikawal dan direalisasikan semua pihak. Indonesia harus menjadi negara yang berdaulat tanpa diinjak-injak oleh pihak/lembaga/negara asing."Mari bersama-sama kita kuatkan kembali jaringan aktivis untuk perjuangan demokrasi dan perubahan yang dicita-citakan," sebut forum tersebut.Lembaga negara baik lembaga eksekutif, legislatif, maupun yudikatif, menurut forum, harus mampu menunjukkan kinerja luar biasanya sebagai bentuk konsekuensi tuntutan kekinian. Kalau tidak, lebih baik berjiwa besar untuk mundur saja.
(sss/)











































