Usai Razia, PKL di Monas Berjualan dengan Malu-Malu Kucing

Usai Razia, PKL di Monas Berjualan dengan Malu-Malu Kucing

- detikNews
Rabu, 19 Feb 2014 21:05 WIB
Usai Razia, PKL di Monas Berjualan dengan Malu-Malu Kucing
Pengumuman larangan berjualan di Monas
Jakarta - Semburat matahari di kawasan Monas kian mempercantik monumen kebanggan DKI Jakarta itu. Tak heran banyak orang datang menenteng kamera untuk mengabadikan keindahannya.

Namun, ada yang tampak berbeda dari biasanya. Pelataran Monas cukup lengang meskipun pengunjung terlihat ramai. Rupanya, tak nampak para pedagang yang biasa menjajakan dagangan di setiap sudutnya, kemana mereka?

Ternyata, mereka 'bersembunyi' di dekat lapangan parkir IRTI yang berada tepat di sebelah Monas. Padahal biasanya mereka memadati sepanjang jalan menuju pelataran Monas.

Apa yang menyebabkan mereka berjualan dengan malu-malu kucing? Alasannya tak lain tak bukan karena ada razia oleh sejumlah petugas mulai dari Satpol PP hingga Polisi Militer (PM) tadi pagi.

Rani, salah seorang pedagang yang kerap berjualan di lapangan Monas mengaku enggan mengambil resiko semenjak ada razia tadi pagi. "Kalau sekarang nggak dulu, mungkin nanti habis magrib atau jam 8 malam coba jualan di dalam (pelataran Monas)," ungkap perempuan yang menjajakan kembang gula di dekat pintu masuk dan keluar IRTI itu kepada detikcom, Jakarta Pusat, Rabu (19/2/2014).

Rani menambahkan, dirinya memilih lokasi berdagang di pinggir jalan dekat dengan pintu IRTI agar mudah 'kabur' jika ada razia dadakan lagi. Namun, dirinya bersikukuh tak kapok untuk berjualan kembali di dekat pelataran Monas.

"Sengaja di sini di bawah pohon, biar kalau ada apa-apa (razia) aku larinya dekat. Hehe. Habisnya kalau masuk lagi ke dalam (mendekati pelataran Monas) jadi jauh larinya," terangnya sambil tersipu.

Rani juga mengaku tidak takut dengan para petugas. Hanya saja dia khawatir dan tidak sampai hati jika dagangannya harus diambil atau disita pihak berwenang.

Di sisi lain, salah seorang petugas UPT yang tampak berjaga di Monas, Jakarta Pusat. Pria yang tidak mau diungkapkan identitasnya ini mengatakan, para pedagang seringkali membuka lapaknya sehabis Magrib sampai kira-kira pukul 00.00 WIB.

Pihak UPT kerap kali mendapati para pedagang nekat membandel berjualan, meski sudah terpampang jelas larangan berjualan di pintu masuk Monas. Tak heran, kalau akhirnya petugas rajin berpatroli untuk mensterilisasi kawasan monumen tertinggi di Ibu Kota itu.

Meski demikian, ketakutan tak hanya menjamah para pedagang saja, tetapi juga petugas. Sebab, tak sedikit dari mereka menerima sejumlah ancaman dari mereka agar dibolehkan berjualan.

"Saya pernah malah sampai ditodong senjata lengkap dengan ancaman awas kalau nggak boleh berdagang," curhat petugas UPT.

Mengapa polemik pedangang versus petugas UPT ini tak kunjung menemukan jalan tengahnya?

(rna/rna)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads