Curhat Pedagang Blok G Saat Masa Sewa Gratis Akan Habis

Curhat Pedagang Blok G Saat Masa Sewa Gratis Akan Habis

- detikNews
Rabu, 19 Feb 2014 19:42 WIB
Curhat Pedagang Blok G Saat Masa Sewa Gratis Akan Habis
Blok G Tanah Abang
Jakarta - Para pedagang di lantai 2 dan 3 Blok G habis masa sewa gratisnya pada akhir bulan ini. Belum ada informasi dari pengelola Pasar Blok G maupun PD Pasar Jaya mengenai rencana biaya sewa tersebut pada bulan Maret dan seterusnya.

Berbagai suara pun muncul dari para pedagang. Ada yang pesimis, namun ada pula yang optimis dan berniat tetap bertahan di Blok G.

"Belum tahu akan perpanjang sewa atau nggak. Tergantung uang yang saya punya," ujar pedagang batik di lantai 3 Blok G, Heru (28) di Blok G, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (19/2/2014).

Hal senada juga diungkapkan Eli (41) dan Euis (38) yang juga berdagang di lantai 3. Sepinya pembeli menjadi alasan utama mereka ingin pindah dari Blok G.

Selain itu, keberadaan PKL di Jalan Jati Baru X juga dianggap mengurangi minat pembeli untuk naik ke atas. "Kalau Satpol PP tegas, kita yakin pembeli bakal naik," ujar Eli sambil menunjuk Satpol PP yang duduk tak jauh dari PKL ilegal.

Sementara Aris (40), akan meminta kelonggaran pada pihak PD Pasar Jaya agar memperpanjang masa sewa gratis. Pedagang di lantai 2 ini menanti selesainya pembangunan eskalator dan jembatan penghubung menuju Blok F.

"Setidaknya kalau eskalator dan jembatan penghubung sudah beres, mungkin penghasilan kami akan naik. Saya nggak keberatan diminta biaya sewa," terangnya.

Namun jika tetap dikenakan biaya sewa, dirinya masih tetap akan bertahan. Pemilik kios di dekat tangga tengah ini mengaku selalu ada saja yang membeli dagangannya meski tidak selaris saat masih menjadi PKL.

"Untungnya masih ada aja yang beli. Kalau lagi sepi, kebetulan ada yang borong, jadi tetap ada pemasukan," ucapnya.

Sementara Rano, mengaku bertahan karena masih memiliki pelanggan setia. "Pelanggan saya waktu masih jadi PKL masih sering telpon, minta dikirim barang. Kalau mengandalkan pembeli dari sini nggak bisa," katanya.

Menurutnya, harga barang-barang di Blok G lebih miring dari pada Blok A dan B. Jika di blok andalan Pasar Tanah Abang itu harus membeli barang lebih dari 3 untuk memperoleh harga murah, tak demikian dengan Blok G.

"Kalau di sini beli banyak atau sedikit, harga tetap harga grosir," tuturnya.

(kff/rna)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads