Dentuman disertai getaran di dekat Gunung Merbabu tak hanya mengagetkan warga, tapi juga merusak beberapa rumah di Desa Sumogawe, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang. Dipastikan bukan aktivitas vulkanik. Lalu apa?
"Berdasarkan seismograf, ada gempa tektonik yang sifatnya lokal. Bisa patahan aktif, bisa juga retakan tanah," kata Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Subandriyo kepada detikcom melalui telepon, Rabu (19/2/2014).
BPPTKG telah berkoordinasi dengan BMKG terkait kejadian itu. Pusat gempa sangat dangkal sehingga terasa kuat itu di sekitar pusat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Merbabu termasuk gunung tipe B. Saat ini, kondisinya tidak aktif. Berdasarkan pantauan, sejauh ini tidak ada tanda-tanda akan aktif.
"Masih mungkin aktif. Sama seperti Sinabung, setelah 200 tahun baru aktif. Hanya saat ini, Merbabu dalam kondisi tidur," jelasnya.
Dentuman dan getaran kuat dirasakan warga sekitar pukul 06.00 WIB, Senin (17/2). Sekitar 16 rumah rusak ringan dan 1 rumah rusak berat setelah kejadian tersebut.
"Ada suara 'dum' terus bergetar kira-kira 1 menit. Enggak cuma goyang, foto yang ada di buffet saja sampai jatuh," kata Suparman, warga setempat, sesaat setelah kejadian.
"Ada yang lihat cahaya seperti kilat dari gunung Merbabu," imbuhnya.
(trw/)










































