Pantauan detikcom, PKL memenuhi Jalan Jati Baru X , tepatnya berlokasi di depan pintu masuk Blok G. Di sisi kiri, pemilik kios memperluas dagangannya hingga badan jalan. Sementara di sisi kanan, PKL juga bebas memajang dagangannya tanpa dihantui rasa takut dari kejaran Satpol PP.
Tak sedikit, PKL ini berjumlah puluhan. Mereka memang tak melewati Jalan Jati Baru, yang merupakan jalan utama dilaluinya kendaraan. Namun posisi mereka yang tak jauh dari jalan raya, membuat pembeli lebih memilih belanja di kawasan tersebut dari pada harus naik ke Blok G.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak jauh dari lokasi PKL berjualan, tampak 5 orang petugas Satpol PP duduk di depan Pasar Blok G. Mereka tak menegur para PKL liar tersebut.
Menurut para pedagang di lantai 2 dan lantai 3 Blok G, keberadaan PKL ini sangat mempengaruhi larisnya dagangan mereka. Pada 3 bulan awal berdagang di Blok G, dagangan mereka masih cukup laku.
"Waktu awal-awal saya bisa untung Rp 2,5 juta per bulan, sekarang boro-boro untung, yang ada buntung," ujar pedagang baju, Aris (40) di lantai 2 Blok G.
Hal senada juga diungkapkan oleh Yani, pedagang di lantai 3. Mereka optimis jika PKL liar tersebut bersih, Blok G akan ramai pembeli.
"Apalagi kalau eskalator dan jembatan penghubung sudah jadi. Pembeli nggak punya pilihan selain naik," katanya.
Euis, penjual mukena di lantai 3 juga gerah dengan kondisi tersebut. Ia berharap Satpol PP tegas memberantas PKL liar. Sehingga para pedagang dapat bertahan berjualan di lantai 2 dan 3 Blok G.
"Eskalator dan jembatan penghubung saya rasa tak terlalu banyak berpengaruh kalau PKL di bawah masih banyak," keluhnya.
(kff/rmd)










































