PKL Kembali Penuhi Jalan di Kawasan Pasar Tanah Abang

PKL Kembali Penuhi Jalan di Kawasan Pasar Tanah Abang

Nur Khafifah - detikNews
Rabu, 19 Feb 2014 18:32 WIB
PKL Kembali Penuhi Jalan di Kawasan Pasar Tanah Abang
Jakarta - Sempat ditertibkan, pedagang kaki lima (PKL) kembali memenuhi kawasan pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat. Para PKL ini memenuhi gang sempit antara kios milik warga dan Blok F Pasar Tanah Abang.

Pantauan detikcom, PKL memenuhi Jalan Jati Baru X , tepatnya berlokasi di depan pintu masuk Blok G. Di sisi kiri, pemilik kios memperluas dagangannya hingga badan jalan. Sementara di sisi kanan, PKL juga bebas memajang dagangannya tanpa dihantui rasa takut dari kejaran Satpol PP.

Tak sedikit, PKL ini berjumlah puluhan. Mereka memang tak melewati Jalan Jati Baru, yang merupakan jalan utama dilaluinya kendaraan. Namun posisi mereka yang tak jauh dari jalan raya, membuat pembeli lebih memilih belanja di kawasan tersebut dari pada harus naik ke Blok G.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya enggak niat belanja, lihat ada kerudung, saya tawar saja sambil nunggu macet," kata pengendara motor sekaligus pembeli, Warni (38) di Jalan Jati Baru, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (19/2/2014).

Tak jauh dari lokasi PKL berjualan, tampak 5 orang petugas Satpol PP duduk di depan Pasar Blok G. Mereka tak menegur para PKL liar tersebut.

Menurut para pedagang di lantai 2 dan lantai 3 Blok G, keberadaan PKL ini sangat mempengaruhi larisnya dagangan mereka. Pada 3 bulan awal berdagang di Blok G, dagangan mereka masih cukup laku.

"Waktu awal-awal saya bisa untung Rp 2,5 juta per bulan, sekarang boro-boro untung, yang ada buntung," ujar pedagang baju, Aris (40) di lantai 2 Blok G.

Hal senada juga diungkapkan oleh Yani, pedagang di lantai 3. Mereka optimis jika PKL liar tersebut bersih, Blok G akan ramai pembeli.

"Apalagi kalau eskalator dan jembatan penghubung sudah jadi. Pembeli nggak punya pilihan selain naik," katanya.

Euis, penjual mukena di lantai 3 juga gerah dengan kondisi tersebut. Ia berharap Satpol PP tegas memberantas PKL liar. Sehingga para pedagang dapat bertahan berjualan di lantai 2 dan 3 Blok G.

"Eskalator dan jembatan penghubung saya rasa tak terlalu banyak berpengaruh kalau PKL di bawah masih banyak," keluhnya.

(kff/rmd)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini