Usai Melantik, Mendagri 'Beri' PR Buat Gubernur dan Wagub Riau

Usai Melantik, Mendagri 'Beri' PR Buat Gubernur dan Wagub Riau

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Rabu, 19 Feb 2014 18:10 WIB
Usai Melantik, Mendagri Beri PR Buat Gubernur dan Wagub Riau
Foto: Chaidir A Tanjung/detikcom
Pekanbaru - Gubernur Riau yang baru dilantik menerima sejumlah PR dari Mendagri. Dari sengketa 5 desa, RAPBD 6 kabupaten yang belum tuntas sampai urusan kabut asap.

Pesan itu disampaikan Mendagri Gamawan Fauzi usai melantik Gubernur Riau Annas Maamun
dan Wagub Riau Andy Rachmad di gedung Gelangang Remaja Jl Sudirman, Pekanbaru, Rabu (19/2/2014).

Gawan menyebutkan saat ini ada 5 desa yang bersengketa antara Kabupaten Kampar dan Rokan Hulu. Sengketa yang sudah lama berlangsung ini diminta bisa diselesaikan oleh Gubernur Riau yang baru.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini PR buat Gubernur Riau untuk menyelesaikan sengketa 5 desa yang berkepanjangan itu," kata Gamawan.

Gamawan juga menyindir adanya 6 kabupaten di Riau yang belum mengesahkan APBD tahun 2014. Padahal sesuai aturan ketuk palu anggaran sudah bisa dilaksanakan ketika awal tahun.

"12 kabupaten dan kota di Riau, ada 6 daerah yang belum menyelesaikan APBD-nya. Padahal ini sudah mendekati bulan Maret. Karena itu Gubernur Riau saya minta membantu masalah ini. Sebab, tahun anggaran sekarang sudah berjalan," kata Gamawan.

Begitu juga Gamawan meminta masing-masing kabupaten/kota dan provinsi menyelesaikan Ranperda Tata Ruang Daerah. Sebab, hal itu akan menentukan pembangunan yang terarah.

"Banyak tata ruang daerah yang juga belum tuntas. Ini harus menjadi perhatian semua kepala daerah di Riau," kata Gamawan.

PR lainnya yang menjadi perhatian Gamawan tidak lain soal kabut asap imbas dari kebakaran lahan dan hutan.

"Asap yang ada di Riau ini bukan bencana. Masak bencana saban tahun bisa terjadi dan masalahnya tetap itu-itu saja. Ini harus bisa teratasi dengan baik," kata Gamawan.

Dia meminta semua kepala daerah termasuk Gubernur Riau untuk bisa membuat konsep yang permanen agar tidak ada lagi kebakaran lahan dan hutan.

"Cobalah bentuk relawan sampai ke desa-desa yang memiliki tugas membantu pemerintah secara bersama dalam penanggulangan kebakaran lahan. Jangan ada lagi pembukaan lahan dengan cara dibakar," tutup Gamawan.

(cha/trw)


Berita Terkait