Aktivis Masuk Parpol Sekadar Kepentingan Politik
Sabtu, 04 Des 2004 13:56 WIB
Jakarta -
Masuknya rombongan aktivis ke PDIP adalah sekedar upaya mencari kepentingan politik. Mereka takut menghadapi kenyataan bahwa gerakan politik jalanan semakin terpinggirkan.Demikian diungkapkan mantan aktivis mahasiswa'98 yang kini aktif di Front Perjuangan Pemuda Indonesia, Savic Aleha, saat berbincang-bincang dengan detikcom melalui telepon, Sabtu (4/11/2004)."Gerakan politik di luar parpol saat ini tidak lagi signifikan, beberapa gerakan alternatif yang pernah dicoba juga tidak berhasil. Mereka takut menghadapi kenyataan itu sehingga akhirnya memutuskan masuk ke parpol," kata Savic.Namun, sambung Savic, masuknya mereka ke parpol, tidak serta merta menjamin bisa berperan signifikan. Pasalnya, parpol-parpol di Indonesia, termasuk PDIP, hanya berorientasi pada kekuasaan."Alasan mereka masuk karena PDIP pluralis, nasionalis, dan berbasis kerakyatan, tidak bisa diterima sepenuhnya. Buktinya selama Megawati berkuasa, PDIP juga tidak konsern dengan agenda reformasi. Mau merubah? Ya silakan kalau bisa," tukas Savic.Savic juga mengatakan, sikap para aktivis ini bukan yang pertama kali. Hal serupa juga pernah dilakukan sejumlah aktivis ke kubu Partai Golkar dan PAN."Mereka saat ini sudah ada yang menjadi anggota DPR. Namanya juga usaha, ada yang berhasil ada juga yang tidak," ungkap mantan pentolan Font Aksi Mahasiswa Untuk Reformasi dan Demokrasi (Famred) ini.
(djo/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































