Putin Tuding AS Standar Ganda dalam Perangi Terorisme

Putin Tuding AS Standar Ganda dalam Perangi Terorisme

- detikNews
Sabtu, 04 Des 2004 13:30 WIB
Jakarta - Presiden Rusia Vladimir Putin melontarkan kritikan tajam terhadap pemerintah Amerika Serikat. Putin menuding AS menerapkan standar ganda dalam memerangi terorisme. Pemimpin Rusia itu juga meragukan apakah pemilihan umum (pemilu) di Irak akan bisa demokratis jika pertempuran terus terjadi di negeri itu.Pada kunjungannya selama tiga hari di India, Putin mencetuskan bahwa Washington berupaya menggunakan kediktatoran dalam urusan internasional. Demikian diberitakan kantor berita Rusia, Itar-Tass yang mengutip Putin dalam pidatonya di New Delhi, Jumat (3/12/2004) malam waktu setempat.Putin mengingatkan bahwa pertempuran-pertempuran di Irak bisa mengancam kemungkinan berlangsungnya pemilu demokratis di negeri itu pada 30 Januari mendatang. Putin selama ini sangat mengritik AS yang melancarkan perang ke Irak tanpa persetujuan internasional."Semua ini jelas akan menimbulkan keraguan mengenai kemungkinan menggelar pemilu yang jujur dan demokratis di Irak pada awal tahun depan," tutur Putin seperti dilansir kantor berita Associated Press, Jumat (4/12/2004).Dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Hindu di India, Putin mengatakan bahwa AS dan negara-negara Eropa telah melakukan standar ganda dengan membiarkan beberapa pemberontak Chechnya masuk ke negeri mereka. Pemerintah Rusia menganggap para gerilyawan Chechnya sebagai teroris.Pemerintah Inggris telah mengabulkan status pengungsi bagi Akhmed Zakayev, seorang utusan untuk pemimpin pemberontak dan mantan presiden Chechnya Aslan Maskhadov. Sementara lyas Akhmadov, seorang mantan menteri luar negeri Chechnya telah mendapat suaka AS."Kita tidak bisa memiliki standar ganda dalam memerangi terorisme dan itu tidak bisa digunakan sebagai instrumen permainan geopolitik," ujar Putin. (ita/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads