Kasus Lion Air, Penyelidik NTSB & McDonnell Douglas ke TKP
Sabtu, 04 Des 2004 12:58 WIB
Solo - Dua penyelidik, masing-masing dari National Transportation Safety Board (NTSB) dan seorang lagi dari McDonnell Douglas datang ke lokasi tersungkurnya pesawat Lion Air jenis Boeing MD 82 di dekat Bandara Adi Sumarmo, Solo. Kedatangan dua penyelidik senior dari AS itu untuk membantu penyelidikan penyebab kecelakaan Lion saat hendak mendarat tersebut.Kedua penyelidik yakni, Pool Robert dan William, tiba di lokasi Sabtu (4/12/2004) sekitar pukul 10.30 WIB. Mereka menumpang pesawat Silk Air diantar oleh seorang staf Kedutaan Amerika Serikat (AS) dari Jakarta. Sesampai di lokasi kejadian, keduanya langsung melakukan penyelidikan awal didampingi Ketua KNKT Setyo Raharjo beserta anggotanya.NTSB adalah komite keselamatan transportasi milik Pemerintah AS. Sementara McDonnell Douglas AS adalah perusahaan produsen pesawat MD 82 milik Maskapai Penerbangan Lion Air yang mengalami kecelakaan saat pendaratan di Bandara Internasional Adi Sumarmo Solo.Akibat kecelakaan tersebut, pesawat nyungsep ke pemakaman umum sebelah barat bandara dan rusak parah. 26 orang tewas dan lebih dari seratus penumpangnya mengalami luka-luka berat maupun ringan. Termasuk korban tewas adalah pilot pesawat Dwi Mawastoro dan Ketua Komisi VIII DPR RI KH Yusuf Muhammad.Ketua KNKT Setyo Raharjo mengatakan kedatangan dua penyelidik senior dari NTSB dan perusahaan produsen bermaksud memberi bantuan tenaga, pikiran dan keahlian dalam penyelidikan untuk mengetahui penyebab terjadinya kecelakaan maut tersebut."Keduanya ingin memberikan bantuan setulus-tulusnya. Kehadiran penyelidik dari NTSB ini kami sambut baik, sedangkan penyelidik dari pihak perusahaan produsen akan sangat membantu karena dia mengetahui segala seluk-beluk pesawat yang diproduksi perusahaannya," ujar Setyo kepada wartawan di lokasi kecelakaan.Hingga saat ini keduanya masih melakukan berbagai pengamatan, baik dari lokasi pesawat yang nyungsep, instrument landing system (ILS) yang diterjang, pagar bandara yang diterjang roda pesawat, hingga landasan pacu bandara. "Belum akan ada kesimpulan hari ini. Setelah ini mereka berdua baru akan mengadakan diskusi dengan tim KNKT," ujar Setyo.Sementara itu proses evakuasi bangkai pesawat masih terus dilakukan. Hingga siang ini pekerja yang dikontrak oleh Lion Air dibantu tim dari TNI AU masih melakukan pemotongan badan pesawat menjadi beberapa bagian dengan menggunakan alat-alat berat. Meskipun sudah mulai berkurang dibanding hari-hari pertama, namun warga yang ingin melihat bangkai pesawat naas itu masih terus berdatangan.
(djo/)











































