Penutupan bandara mulai berlangsung sejak Rabu (19/2/2014) pagi. Tidak ada aktivitas penerbangan baik datang maupun landing sejak pagi.
Kabut asap menjadi pemicu utama penutupan bandara ini. Jarak pandang diperkirakan hanya sekitar 300 meter saja karena pekatnya asap. Padahal idealnya jarak pandang paling tidak sekitar 5.000 meter.
Penutupan bandara ini menyebabkan sejumlah penumpang tujuan Medan kecewa. Mereka tidak menduga akan ada penundaan keberangkatan.
Kepala Bandara Ferdinand Lumban Tobing Ambar Suryoko menyatakan, pihaknya mengambil keputusan menutup bandara karena pertimbangan keselamatan penerbangan.
"Belum bisa dipastikan sampai kapan penutupan bandara akan berlangsung. Bergantung pada kondisi asap," kata Suryoko kepada wartawan.
Dikatakannya, jika asap berkurang dan jarak pandang memadai, maka bandara dapat dibuka segera.
Bandara Ferdinad Lumban Tobing melayani penerbangan dari dan ke Bandara Kuala Namu, Deli Serdang setiap hari. Ada satu maskapai yang melayani jalur ini, yakni Wings Air.
(rul/try)











































