Tontonan, Grand Canyon Ala Sulawesi Selatan yang Menyimpan Tengkorak

Tontonan, Grand Canyon Ala Sulawesi Selatan yang Menyimpan Tengkorak

- detikNews
Rabu, 19 Feb 2014 15:33 WIB
Tontonan, Grand Canyon Ala Sulawesi Selatan yang Menyimpan Tengkorak
Enrekang - Jika menyebut Grand Canyon di Amerika Serikat, imajinasi kita melayang ke bebatuan raksasa yang tinggi menjulang. Beberapa tempat serupa di Indonesia juga sering dihubungkan dengan nama itu, tak terkecuali tebing batu di Sulawesi Selatan. Namun 'Grand Canyon' versi Sulawesi Selatan ini menyimpan daya tarik yang lain.

Grand Canyon versi Sulawesi Selatan itu bernama Situs Gua Tontonan, terletak di Enrekang, Sulawesi Selatan. Gagah! Itulah kesan yang langsung tertangkap saat berada di lokasi, Rabu (19/2/2014).

Namun yang membedakan dari gunung batu Negeri Paman Sam, Tontonan menyimpan tulang belulang peninggalan Suku Toraja. Dari seberang Sungai Tontonan di bawah, nampak ada peti mati kayu tua khas Toraja, yang ketika diamati, ada tengkorak manusia di sekitarnya.

Setidaknya ada tiga peti mati yang berhasil diamati dari seberang sungai. Peti-peti itu nangkring di lekukan tebing yang mendatar vertikal bak tembok raksasa.

"Dulu petinya banyak di situ," kata salah seorang penduduk setempat menunjuk lekukan pada ketinggian sekitar 50 meter dari permukaan tanah.

Jika diamati lebih cermat, ada lubang gua di bagian atas tebing. Masyarakat Toraja memang dikenal memiliki tradisi memakamkan jenazah dengan cara seperti ini. Mereka akan mengerek peti mayat sampai atas, menggunakan tali yang ditarik.

Sungai Tongkonan yang mengalir di bawahnya menambah agung keperkasaan tebing setinggi sekitar 100 meter itu. Kata masyarakat sekitar, para pemanjat tebing sering memacu adrenalinnya di tebing Tontonan ini. Terlihat bendera pemanjat tebing yang sudah lapuk masih bergelayut di ketinggian.

Namun sayang, tempat wisata ini belum mendapat perhatian maksimal. Jangankan pemandu wisata, fasilitas untuk wisatawan di pinggir sungai inipun masih minim. Pos tempat wisata terlihat tak pernah dijamah selama bertahun-tahun, kosong, dan coretan tangan-tangan jahil terdapat di tembok pos itu.

Hanya tersisa plakat kusam bertuliskan 'Situs Gua Tontonan' yang memperkenalkan tempat ini. Padahal jika dikelola dengan lebih maksimal, bukan tidak mungkin tempat ini bisa menjadi wisata favorit di Enrekang yang sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai petani ini.

"Di sini 90 penduduknya bermata pencaharian persen petani," kata Bupati Enrekang Muslimin Bando di Rumah Dinasnya.

Akses ke tempat ini adalah melalui Jalan Poros Enrekang-Sulawesi yang berkelok-kelok. Bagi yang belum terbiasa, tentu perjalanan sekitar satu jam dari Ibu Kota Kabupaten Enrekang akan terasa menyiksa. Ketika menempuh perjalanan dengan duduk di jok belakang Toyota Alphard, rasa mual menyerang karena jalan teramat berkelok.

Rencananya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan berkunjung ke kabupaten ini, esok hari (19/2). Bupati-pun berharap jalan menuju Tana Toraja itu bisa dibuat lebih lurus dengan menggempur tebing-tebing batu yang terdapat di sisi kiri jalan.

"Sarana dan prasarana jalan belum memadai. Termasuk jalan poros provinsi ini masih sangat sempit. Kami harapkan pelebaran jalan, kiranya dibantu dana pelebaran jalan untuk mengurangi tikungan. Karena jalan seperti ini bisa berbahaya. Gunung-gunung ini harus dipotong, sehingga ini bisa memperlancar transportasi. Ini kalau Enrekang dibangun jalannya, maka pariwisata Toraja bisa lebih berkembang," tutur Muslimin.

(dnu/rmd)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads