Pelayanan KRL Dikeluhkan Penumpang, Ini Jawaban PT KCJ

Pelayanan KRL Dikeluhkan Penumpang, Ini Jawaban PT KCJ

Prins David Saut - detikNews
Rabu, 19 Feb 2014 14:59 WIB
Pelayanan KRL Dikeluhkan Penumpang, Ini Jawaban PT KCJ
Jakarta - Pelayanan PT KAI Commuter Line Jabodetabek (KCJ) dikeluhkan banyak penumpang KRL. Menurut para penumpang, pelayanan PT KCJ saat ini masih belum memuaskan. Bagaimana tanggapan PT KCJ?

"Penumpang commuter mengalami peningkatan, sekarang 613 ribu orang per hari. Upaya perbaikan sudah dilakukan dan akan terus dilakukan. Kita tidak akan berhenti," kata Direktur Komersil dan Pelayanan Pelanggan PT KCJ Makmur Saeran di stasiun Juanda, Jakarta Pusat, Rabu (19/2/2014).

Mengenai masalah AC dalam gerbong, Makmur menyatakan 20 persen dari armada yang beroperasi mengalami masalah teknis. Upaya perbaikan AC ini pun melibatkan operator gerbong dari Jepang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"20 persen AC yang digunakan itu jelek. Direksi sedang rapat masalah perbaikan AC dan meminta operator di Jepang membantu kita. Mereka akan datang, kami sudah minta pabrikan juga untuk membuat AC," kata Makmur.

Untuk masalah kepadatan penumpang, KCJ bersama PT KAI mengaku tengah mengupayakan hal ini. Salah satunya dengan memperpanjang peron hingga cukup untuk 9-10 gerbong.

"Kita sedang proses, kita lakukan dulu replacement kereta. Kita tarik yang mau diperbaiki dan 100 gerbong kereta baru akan kita jalankan," ujar Makmur.

Makmur menyebutkan, ketidaknyamanan yang dirasakan penumpang juga berdampak buruk untuk masinis commuterline. Ia bahkan menceritakan peristiwa pemukulan masinis yang dilakukan penumpang.

"Ketika kereta penuh, tidak jalan, dan AC tak berfungsi, pintu masinis digedor dan kamu pukul. Pada tahun 2010, kami tarik 30 persen armada untuk perbaikan, dan mohon maaf saya ditelepon seseorang untuk jalankan kereta itu. Tapi peraturan adalah peraturan, kami berusaha melakukan perbaikan," ujar Makmur.

Keterlambatan jadwal yang dikeluhkan penumpang juga disebut sebagai efek domino. Jika dari stasiun awal, seperti stasiun Kota, terjadi keterlambatan berangkat selama 1 menit, maka akan terjadi akumulasi keterlambatan di setiap stasiun berikutnya.

"Tapi kami memang serba susah menyampaikan ke penumpang, seperti kenapa kereta berhenti, karena sinyal lampu merah kalau memaksa jalan ya bisa tabrakan," kata Makmur.

Commuterline melakukan sedikitnya 595 perjalanan setiap hari di seluruh Jabodetabek. Namun perjalanan ini kerap diwarnai ketidaknyamanan di tengah upaya pemerintah mendorong masyarakat menggunakan transportasi umum.

"Semua yang telah kita data akan kita perbaiki," ujar Makmur.

(vid/rmd)


Berita Terkait