"'Prahara' atau 'Boto Raja' atau 'Raja Prabo' atau lainnya, PAN memberi apresiasi ide kreatif itu. Namun semuanya menunggu hasil perolehan suara di pemilu legislatif. Hasil perolehan suara legislatif adalah modal utama dan penentu dalam proses Pilpres," kata Ketua Badan Pemenangan Pemilu PAN, Viva Yoga Mauladi saat dihubungi Rabu (18/2/2014).
Ketum PAN Hatta Rajasa menurut Viva Yoga menginstruksikan pengurus dan kader untuk fokus memenangkan Pileg bulan April mendatang. Karena menunggu hasil pileg, parpol saat ini kata dia belum memutuskan koalisi Pilpres.
"Yang ada hanya melakukan komunikasi politik untuk mendekatkan hati dan menyamakan persepsi," ujarnya.
Soal wacana duet Prabowo Subianto-Hatta, Viva Yoga menyebut keduanya memiliki kesamaan visi politik dan ekonomi. "Berwatak nasionalis dan kerakyatan. Indonesia membutuhkan tokoh seperti itu karena tantangan ke depan semakin keras dan kompleks," tutur dia.
Bila duet ini terealisasi, Viva Yoga memiliki akronim untuk Prabowo dan Hatta yakni 'Boto-Raja' atau 'Raja-Prabo'. Boto-Raja kependekan dari Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, sebaliknya Raja-Prabo akronim dari Rajasa-Prabowo Subianto. Demikian pula duet Prahara yang merupakan penyatuan nama Prabowo dan Hatta Rajasa.
"Namun semuanya menunggu hasil perolehan suara di Pileg," tegas Viva Yoga.
(fdn/van)











































