"Sekwan bisa segera melakukan transparansi melalui media online (website resmi DPRD DKI)," ujar Ketua Fraksi Gerindra DPRD DKI, Mohammad Sanusi saat berbincang dengan detikcom, Rabu (19/2/2014).
Sanusi mengatakan ruang paripurna merupakan area terbuka yang bisa diakses oleh siapapun. Menurutnya, wartawan yang meliput kala sidang bisa mengakses langsung daftar kehadiran para politisi Kebon Sirih tersebut.
"Sekwan juga harusnya mudah memberikan akses data kehadiran," imbuhnya.
Pemberitaan itu, dinilai oleh Sanusi sudah menjadi bentuk transparansi. Namun akan lebih maksimal jika ada sikap proaktif dari pihak Sekwan.
Anggota Komisi D ini juga mengingatkan agar semangat transparansi ini tidak hanya ada pada saat-saat menjelang pileg seperti saat ini. Terlepas dari kepentingan tersebut, Sanusi berkata bahwa kehadiran anggota dewan merupakan sebuah kewajiban.
"Kehadiran memang sudah tanggung jawab anggota DPRD," ujar Sanusi.
Sebelumnya diberitakan Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia Wlayah DKI Jakarta (PBHI-Jakarta) telah mengirimkan surat kepada DPRD DKI. Surat tersebut berisi permintaan transparansi data kehadiran anggota.
Mereka menilai data kehadiran anggota DPRD DKI bisa menjadi indikasi kualitas kerja 94 anggota dewan Ibu Kota periode 2009-2014 yang diketahui sebagian besar akan maju lagi sebagai caleg di 2014.
(sip/van)











































