Polisi: Bisa Korban Mutilasi, Bisa Korban Tabrak Lari

Potongan Kepala di Jalan Raya

Polisi: Bisa Korban Mutilasi, Bisa Korban Tabrak Lari

Muchus Budi R. - detikNews
Rabu, 19 Feb 2014 12:08 WIB
Solo - Polres Klaten, Jateng, hingga saat ini belum bisa menyimpulkan kasus temuan kepala manusia dalam tas plastik di Jalan Raya Solo - Jogja. Sejauh ini masih ada dua kemungkinan terkait kasus tersebut, yaitu memang benar korban mutilasi yang kemudian dibuang ke jalan atau korban tabrak lari yang kemudian beberapa organ tubuh korban dikumpulkan lalu dibuang lagi ke jalan untuk menghilangkan jejak.

‎Kapolres Klaten, AKBP Nazirwan Adji Wibowo, mengatakan sejauh ini pihaknya belum bisa menyimpulkan apapun terkait temuan kepala manusia‎ dan beberapa organ tubuh lainnya yang ditemukan telah dalam kondisi hancur di Jalan Raya Solo - Jogja, tepatnya di Desa Kuncen, Ceper, Klaten, Selasa kemarin.

Nazirwan lebih lanjut mengatakan pihaknya telah melakukan olah TKP dan autopsi singkat terhadap temuan organ manusia dalam tas plastik tersebut. Namun ‎demikian diakuinya bahwa proses itu belum dapat memberikan titik terang pengungkapan karena minimnya informasi yang terkait dengan temuan organ tersebut. Termasuk yang belum dapat dipastikan adalah apakah korban merupakan korban pembubuhan dengan mutilasi atau korban tabrak lari.

"Segala kemungkinan kemungkinan masih bisa terjadi. Bisa jadi serpihan organ tubuh tersebut merupakan korban kejahatan pembunuhan disertai mutilasi, ‎tetapi bisa juga merupakan korban tabrak lari lalu beberapa organ dikumpulkan dalam satu bungkus begitu saja untuk menghilangkan jejak. Kami masih terus mendalami kasus ini," kata Nazirwan, Rabu (19/2/2014).

Tas plastik berisi organ manusia ditemukan di tengah Jalan Raya Solo - Jogja, Selasa (18/4) kemarin. Kondisi sudah dalam kondisi hancur karena terlindas kendaraan yang lalu lalang di jalur padat tesebut. Setelah diperiksa, diketahui dalam tas plastik tersebut terdapat organ kepala manusia yang telah rusak, potongan kulit, tulang iga, pen tulang, serta potongan-potongan jari yang masih terdapat kukunya.

(mbr/trw)


Berita Terkait