Hal itu terjadi di SMKN 6 Yogyakarta dan SDN I Lempuyangan Yogyakarta, Rabu (19/2/2014). Kepala Sekolah SMKN 6 Yogyakarta, Darwestri mengatakan, KBM mulai berjalan meski memang belum sempurna. Lantai-lantai sekolah masih kotor karena debu abu vulkanik. Beberapa hal yang menjadi kebiasaan di sekolah, hari pertama ini juga terpaksa tidak dilakukan. Sebelum masuk kelas, para siswa harus membersihkan debu di meja maupun lantai kelas.
"Hari ini belum normal, biasanya sebelum pelajaran menyanyikan lagu Indonesia raya, kemudian para siswa harus mengumpulkan HPnya. Namun hari ini tidak dilakukan, karena kondisi," kata Darwestri di SMKN 6 Yogyakarta, Rabu (19/2/2014).
Tidak ada KBM sejak Jumat lalu, diakuinya menyebabkan pelajaran siswa tertinggal. Pihak sekolah pun berencana menambah jam pelajaran terutama pada pelajaran-pelajaran tertentu seperti Matematika.
Siswa Kelas 12 SMKN 6 Yogyakarta, Monica Nada mengatakan, pelajaran yang tertinggal terutama Bahasa Inggris dan Matematika. Untuk Bahasa Inggris harusnya dimanfaatkan untuk memperdalam listeningnya, namun terpaksa batal.
"Pengen nambah jam pelajaran, biar gak ketinggalan," kata Monica.
Sementara di SDN 1 Lempuyangan Yogyakarta, para siswa masih harus menggunakan masker. Kepala Sekolah SDN 1 Lempuyangan, Sarjono mengatakan, situasi lingkungan belum kondusif untuk kegiatan belajar mengajar.
"Kalau gak pakai masker kurang sehat, karena berdebu. Kondisinya memang belum nyaman untuk kegiatan belajar," katanya.
(try/try)











































