Isu rencana pengunduran diri Tri Rismaharini (52) dari kursi Wali Kota Surabaya semakin santer terdengar. Dukungan terhadap Risma pun kian meluas.
Setidaknya ada 7 tokoh yang menyarankan Risma tidak mundur dan bertahan di Surabaya. Risma sendiri belum mau bicara soal penyebab tangisan yang membuat isu dia akan mundur terus meluas.
Terkait isu tersebut, Risma hanya bicara ada persoalan prinsip. "Soal isu mundur ceritanya panjang sekali, jadi ini masalah prinsip dan karena saya seorang pemimpin maka saya harus memberikan contoh," kata Risma saat ditanya soal isu dirinya akan mundur karena polemik pengangkatan Wawali Surabaya Whisnu Sakti Buana.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri
|
|
Β
"Ibu Mega juga pernah bilang begitu. Sudah Mbak Risma nggak perlu ngurusi politik. Mbak Risma ngurusi rakyatnya saja," ujar Risma mengutip pernyataan Megawati, saat ditemui di ruang kerjanya di lantai 2 Balai Kota Surabaya, Senin (17/2/2014).
Atas dukungan dari Megawati, Risma mengaku senang. Risma menyadari dirinya tidak bisa ikut bermain politik.
"Karena mungkin juga saya nggak ngerti (tentang politik). Ya sudah toh aku ngurusi itu saja. Lain-lainnya aku nggak ngerti. Kalau menurut aku salah ya salah. Kalau benar, ya benar," tambah sarjana arsitektur dari ITS ini.
Jokowi
|
|
Jokowi awalnya mengaku tidak tahu Risma akan mundur dari jabatannya. Karena, lanjut Jokowi, dia mengenal sosok Risma yang kuat dan tabah.
"Siapa yang bilang? Ah, saya nggak dengar. Dia itu teman baik saya," ujar Jokowi yang sebaya dengan Risma ini, di Balaikota DKI, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (18/2/2014).
Saat ditanya, apakah permasalahan Risma ini pernah dibahas di PDIP, Jokowi mengaku tidak tahu. "Saya nggak ngerti masalahnya. Ditanyakan ke partai, kok ke saya," katanya.
Lalu, apa nasihat Jokowi buat Risma?
"Yang sabar, Bu. Santai saja, Bu. Semua masalah pasti ada solusinya," ujar Jokowi.
Rano Karno
|
|
"Saya ikuti beritanya Bu Risma. Saya ikut sedih juga melihatnya," kata Rano di Kompleks DPR RI, Senayan, Jakpus, Selasa (18/2/2014).
Dukungan untuk Risma terus mengalir dari berbagai pihak. Rano pun tak ketinggalan untuk memberikan dukungan.
"Maju terus!" pesan Rano untuk Risma.
Ahok
|
|
"Kalau saya pikir jangan mundur ya. Namanya orang politik pasti diserang orang," kata pria yang akrab disapa Ahok ini di Kompleks DPR, Senayan, Jakpus, Selasa (18/2/2014).
Mantan Bupati Belitung Timur ini tidak melihat adanya kesalahan yang dilakukan oleh Risma selama menjabat sebagai walikota. Oleh sebab itu, Ahok mendukung agar Risma tetap berpegang teguh pada prinsip dan idealismenya dalam memimpin Surabaya.
"Hadapi saja," pesan Ahok untuk Risma.
Ridwan Kamil
|
|
"Bu Risma itu idola saya, saya belajar banyak waktu beliau masih di Dinas Pertamanan. Beliau konsisten dan tegas. Saya berharap sih kalau bisa (Risma mundur) tidak terjadi," ujar pria yang akrab disapa Emil di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Selasa (18/2/2014).
Emil mengakui jabatan sebagai wali kota memang penuh tekanan. Namun ia berharap Risma bisa teguh pendirian untuk tetap menjadi Wali Kota Surabaya.
"Saya walaupun baru lima bulan jadi wali kota, sebagai sesama wali kota, saya memahami tekanan situasi politik itu seperti apa. Jangan mundur," kata Emil.
Di akhir wawancara ia kembali mengungkapkan dukungannya untuk Risma. "Bu Risma please jangan mundur," pintanya.
Dahlan Iskan
|
|
"Saya tahu Bu Risma sumpek, karena beliau juga berhubungan dengan saya kemarin," kata Dahlan saat ditanya soal isu Risma mundur, saat berkunjung ke redaksi Trans TV di Jl Kapten Piere Tendean, Jakarta Selatan, Senin (18/2/2014).
Dahlan mengetahui kondisi Risma saat ini. Dahlan tak mau memberikan saran apapun selain mendoakan Risma memilih pilihan terbaik.
"Ya semoga Bu Risma mengambil jalan yang terbaik buat beliau," pungkasnya sembari tersenyum.
Ketua MPR RI
|
|
"Kita dorong, kita doakan Wali Kota Surabaya tetap bertahan di posisinya. Dia harus bertahan, dia dibutuhkan rakyat," ujar Sidarto di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (18/2/2014).
Menurut mantan ajudan Bung Karno ini Risma adalah kebanggaan bangsa Indonesia. Itu sebabnya Risma harus bertahan dengan jabatan yang ia emban saat ini.
"Risma itu ikon kita, ikon Surabaya, dan ikon PDIP. Sekjen sudah ke sana untuk mengklarifikasi masalah dan sekarang sudah selesai," imbuh Sidarto.
Risma diisukan akan mundur dari jabatannya sejak polemik pemilihan calon Wakil Wali Kota Surabaya. Namun kabar tersebut sudah dibantah oleh Risma sendiri.
Halaman 2 dari 8











































