Kepala Dinas Pariwisata DKI Arie Budhiman mengatakan, uji coba bus itu dilakukan selama 6 hari. Uji coba dilakukan untuk membiasakan pengemudi dan petugas on board dalam melayani penumpang.
"Setelah itu, mulai Senin bus mulai beroperasi untuk warga dan wisatawan. Ini kan semua baru, seperti rute, sopir, dan bus jadi harus dilakukan ujicoba untuk membiasakannya," kata Arie kepada detikcom, Rabu (19/2/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini nanti gratis. Nanti wisatawan juga bisa minta informasi dari hotel atau di booth yang kita sediakan. Silakan berkeliling sepuasnya, menikmati wisata di Jakarta," jelasnya.
Rute yang ditempuh yakni mulai dari Bundaran Hotel Indonesia (HI)-Sarinah-Museum Nasional-Halte Santa Maria-Pasar Baru-Gedung Kesenian Jakarta-Masjid Istiqlal-Istana Merdek-Monas-Balaikota-Sarinah, dan kembali ke Bundaran HI. Nantinya bus akan berhenti di setiap halte untuk menaikkan dan menurunkan penumpang.
"Kecepatan bus rata-rata hanya 10-20 kilometer per jam. Jadi ini memang untuk wisata, jalan perlahan menikmati kota Jakarta," katanya.
Menariknya, pramudi bus ini semuanya perempuan. Mereka juga akan digaji sebesar 3,5 kali UMP DKI (UMP Jakarta Rp 2,4 juta).
"Ada 12 pramudi yang direkrut secara terbuka, mereka mendapatkan gaji hingga 3,5 UMP DKI yang sebesar Rp 2,4 juta. Sesuai arahan dari Pak Gubernur, gajinya 3,5 kali UMP," kata Arie.
(jor/nrl)










































