"Justru itu memang ada indikasi mark up kalau menurut kita," kata Ahok usai bertemu dengan inspektorat di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Selasa (18/2/2014).
"Kesimpulan secara dokumen mereka benar semua. Cuma yang jadi persoalan barangnya seperti apa. Kalau kamu tidak mau masukan standar Mercedes Benz nggak lolos dong," imbuhnya soal standar bus yang diimpor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Makanya kita lihat dokumennya, supaya memberikan yang optimal untuk diteliti. Ya kalau kemudian kita tertipu, karena mereka pinter. Dari pertama itu kan ada mark up," tuturnya. Mark Up dimaksud adalah spesifikasi yang tak sesuai.
Menurut Ahok, ada indikasi dari Dinas Perhubungan untuk mengarahkan pemenang tender. Panitia lelang menurutnya bermasalah dan harus dievaluasi. Ahok meminta pihak berwajib menindaklanjuti.
"Dari Cina misalnya Rp 1 milyar, di sini dijual Rp 3 miliar itu urusan (pihak) berwajib. Jadi itu konsen kita," ucap mantan Bupati Belitung Timur itu.
(bal/tor)











































