“Baru kali ada lumba-lumba putih yang terjaring,” kata nelayan ini, Miraldi dengan sedikit terheran-heran dengan, Selasa (18/2/2014).
Tertangkapnya lumba-lumba putih ini tanpa sengaja. Lumba-lumba ini berjenis Indo-Pacific Humpback Dolphin (Sousa chinensis) atau dalam istilah Indonesia disebut lumba-lumba bungkuk.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun Miraldi kurang beruntung karena hanya 2 kg ikan yang ia peroleh. Namun mata Miraldi terpana saat melihat seekor lumba-lumba yang memiliki berat 100 kilogram tersangkut di jaringnya.
“Saat saya angkat jaring ikan saya, kondisi lumba-lumba sudah dalam keadaan mati,” tuturnya.
Lumba-lumba dipastikan tak lagi bertahan karena terjerat dan tergulung di dalam jaring sehingga sulit dilepaskan. Apalagi dengan ukurannya yang besar, yaitu mencapai berat 100 kg dengan panjang tubuh sekitar 2,5 meter menyulitkan dalam proses pelepasan lumba-lumba dari jaring.
"Kami hanya berdua dan ukuran kapal kami kecil sehingga kami memutuskan untuk melepaskan lumba-lumba di darat yaitu di pantai Guntung," jelasnya.
Siang itu juga Miraldi dan beberapa nelayan lainnya berusaha menurunkan lumba-lumba dari kapal yang berukuran panjang 6 meter dengan lebar 1,2 meter untuk kemudian berusaha melepaskan ikan langka ini dari jaringnya.
Setelah lumba-lumba dilepaskan dari jaring dan hasilnya jaringnya pun menjadi rusak dan bolong hingga berukuran 2 meter.
"Sudah ikan sedikit, jaring pun rusak," keluhnya.
Melihat Miraldi mendapatkan lumba-lumba yang jarang nelayan setempat dapatkan, warga sekitar pun berkerumun ingin melihatnya.
Namun karena kondisi ikan ini mati, Miraldi memutuskan membawanya pulang. Di rumah, lumba-lumba malang ini akhirnya dipotong-potong dan dagingnya dikonsumsi warga beramai-ramai.
(tor/tor)










































