Kepala Bidang Pengendalian, Pencegahan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Erdinal, mengungkapkan hal itu kepada wartawan, Selasa (18/2/2014).
Dia menjelaskan, imbas kabut asap banyak terserang infeksi saluran pernafasan atas (ISPA) jumlahnya mencapai 14.093 orang. Ini disebabkan, kualitas udara yang turun drastis karena kepung asap.
Selain ISPA, lanjut Erdinal, warga juga terserang penyakit pneumonia karena asap sebanyak 179 orang. Ada lagi penderita asma 314 orang, iritasi mata dan kulit masing-masing 205 orang dan 501 orang.
Dari data yang masuk penderita ISPA se Riau, paling banyak berada di Kabupaten Rokan Hilir (6.661), kemudian Pekanbaru (1.420), Dumai (1.237), Kabupaten Siak (1.232).
Bengkalis (1.092), Pelalawan (780), Indragiri Hilir (421), Kampar (513), Indragiri Hulu (352), Kepulauan Meranti (164), Rokan Hulu (106), dan paling sedikit di Kabupaten Kuantan Singingi (15).
"Dalam beberapa hari terakhir juga kualitas udara khususunya di Pekanbaru, terus menurun. Berdasarkan indeks tingkat pencemaran udara sudah mendekati berbahaya," kata Eridinal.
"Kita mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar. Apa lagi kepada anak-anak karena memang mereka rentan terserang penyakit," tambah Eridinal.
(cha/ndr)











































