Begini Cara Merawat 'Mainan-mainan' Mahal Wawan yang Disita KPK

Mobil Sitaan Kasus Korupsi

Begini Cara Merawat 'Mainan-mainan' Mahal Wawan yang Disita KPK

- detikNews
Selasa, 18 Feb 2014 15:29 WIB
Begini Cara Merawat Mainan-mainan Mahal Wawan yang Disita KPK
KPK mendatangkan ahli untuk melatih teknik perawatan mobil berharga miliaran rupiah milik Wawan. (Lamhot Aritonang/detikFoto)
Jakarta - Sepekan lalu, Taqwa Suryo Swasono diminta datang ke gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Bersama salah satu rekannya, teknisi ahli dari Sentul Driving Course (SDC) ini pun sempat memberikan pelatihan kepada belasan petugas dari unit pengelolaan alat bukti dan sitaan KPK.

Taqwa mengatakan ia dan temannya sudah memberi pelatihan di kelas dan praktik di luar kepada para petugas di KPK. Untuk training yang di kelas memakan waktu cukup lama yaitu sekitar dua jam.

Mobil-mobil mewah yang kebanyakan milik tersangka Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan itu memang perlu dirawat dengan baik karena statusnya sebagai barang sitaan. Sebelum ada putusan hukum yang tetap, maka barang-barang sitaan harus rutin dirawat agar nilainya tidak turun sehingga pengembalian ke negara bisa dipertanggungjawabkan.

“KPK itu ingin mobilnya selalu dalam kondisi fit agar kalau dilelang harganya bagus, poinnya itu, supaya pengembalian ke negara maksimal,” ujar Taqwa kepada detikcom, Senin (17/02).



Perawatan masing-masing tipe mobil yang telah disita KPK, kata Taqwa, sebenarnya tidak ada perbedaan mencolok. Untuk eksterior, hal yang perlu diperhatikan yakni tidak boleh mencuci atau mengelap mobil saat kondisinya sudah kena panas matahari. Kondisi paling ideal untuk membersihkannya yakni pada pagi atau malam hari, saat bodinya masih dingin.

Lalu, untuk meminimalisir korosi, maka piringan rem harus ditutup agar tak terkena air hujan. Sedangkan kondisi tekanan angin di ban juga perlu dicek secara periodik, minimal sekali sepekan. “Supaya bannya tetap bulat. Kalau untuk eksterior sih hanya seperti itu saja, sekali seminggu sampai dua minggu, terus nyucinya juga gak perlu sering-sering karena mobil kan ditutup semua,” paparnya.

Adapun mengenai kondisi mesin, menurut Taqwa harus dipanaskan sekali seminggu. Bahan bakarnya pun akan lebih baik jika diisi sedikit. “Kemarin sudah ditentukan ngisinya sedikit saja, jangan langsung full supaya bensinnya tetap fresh. Sama saja dengan kita punya bak mandi di rumah volumenya 1000 liter, kalau kita isi penuh terus kita pakai sedikit-sedikit, lebih segar kalau kita isi sedikit kan,” katanya mencontohkan.

Bahan bakar untuk mobil-mobil sport mewah seperti Bentley, Ferrari, Lamborghini, Nissan GTR, dan Rolls-Royce juga disebut-sebut berbeda. Idealnya, yang digunakan adalah bahan bakar beroktan tinggi. Namun Taqwa membantah harganya mencapai Rp 60 ribu satu liter.

“Untuk yang kebanyakan mobil, kalau untuk memanaskan saja masih bisa pakai oktan 95. Tapi untuk yang Lamborghini disarankan pakai yang oktan 100, tapi itu juga ada di jual bebas di SPBU," jelas dia. "Intinya KPK kemarin sudah beli bensin, yang (oktan) 95 ada yang 100 ada. Kita sarankan mendingan sesuai dengan spec-nya, untuk yang sport pakai yang lebih tinggi deh."

Hal penting lain yang perlu diperhatikan adalah bagian interior mobil. Pasalnya, bahan yang digunakan adalah material dari kulit domba asli dan juga dashboard dari kayu. Keduanya sangat sensitif terhadap noda dari keringat, minyak, lemak, ataupun air sehingga harus hati-hati.

Saat memanaskan ataupun merawat mobil, Taqwa menambahkan, petugas harus pakai sarung tangan, sejak mulai dari membuka pintu mobil. “Supaya cat yang di balik handle pintunya itu tidak luka kena kuku. Terus nanti kursinya dilapisin plastik," ungkapnya.

Intinya, dia menegaskan, jangan meninggalkan noda dalam mobil karena kalau dilihat kondisi mobilnya masih bagus. "Kemudian kelembapannya harus diatur, dengan tidak perlu dicuci terlalu sering."


(ros/brn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads