Ada 30 Juta ABG Gunakan Internet, Bagaimana Mereka Bisa Hindari Pornografi?

Ada 30 Juta ABG Gunakan Internet, Bagaimana Mereka Bisa Hindari Pornografi?

- detikNews
Selasa, 18 Feb 2014 14:40 WIB
Ada 30 Juta ABG Gunakan Internet, Bagaimana Mereka Bisa Hindari Pornografi?
Jakarta - Seiring dengan berjalannya waktu, perkembangan internet di Indonesia kian meningkat. Bahkan penggunaan media sosial dan digital telah menjadi bagian yang menyatu dalam kehidupan sehari-hari anak muda Indonesia.

Menurut Angela Kearney, perwakilan UNICEF di Indonesia, ada 30 juta anak dan remaja di Tanah Air merupakan pengguna internet. Di mana, mereka sangat intim dengan internet dari ponsel untuk berkomunikasi dengan teman-temannya.

Akan tetapi, tidak sedikit dari mereka yang justru menyalahgunakan internet dengan mengakses pornografi. Hal ini tentu saja sangat disayangkan, seperti yang dikemukakan oleh Menteri Kominfo, Tifatul Sembiring dalam Seminar Sehari Internasional Penggunaan Media Digital di Kalangan Anak dan Remaja di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat.

"Perkembangan TIK semakin hebat dan canggih baik dalam. Walaupun Kominfo sudah memblokir lebih dari 100 juta situs yang mengandung pornografi, tapi sebenarnya yang paling penting itu harus blokir dada dan pikiran anak-anak kita," kata Tifatul usai melemparkan pantun jenakanya kepada para hadirin yang terdiri dari 120 orang, Selasa (18/2/2014).

Tifatul mengatakan, konten pornografi semakin mudah diakses dengan tingginya penetrasi kepemilikan smartphone di Indonesia. Data ATSI 2013 mengungkapkan, handphone yang tersebar di seluruh Indonesia ada 270 juta. Angka ini melebihi jumlah penduduk.

"Di Jaktarta saja perbandingan jumlah handphone dan orang bisa sampai 1:8. Kenapa? Karena rata-rata orang punya dua handphone. Yang satu dipakai nah yang lainnya buat pajangan kali tuh," candanya yang disambut tawa peserta.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Linda Gumelar yang juga turut hadir dalam acara mengemukakan tingginya akses pornografi di kalangan anak dan remaja dikarenakan rasa keingintahuan yang besar.

"Media digital masih banyak ilustrasi pornografi yang memancing rasa penasaran pada anak. Kalau sudah addict, perkembangan ke depannya sulit. Sayangnya lagi, Indonesia ini belum mempunyai ahli penanganan anak yang addict terhadap pornografi," jelas istri dari Agum Gumelar yang tampak anggun dengan kebaya berwarna merah marun.

Untuk melindungi anak dan remaja dari panasnya konten pornografi, Linda menganjurkan agar orang tua senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai moral. Menurutnya, peran keluarga adalah yang utama. Sebab keluarga merupakan lingkungan pertama bagi tumbuh kembang anak.

(mad/mad)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads