Saat ditemui tim detikTV, Senin (17/2) Mbah Ronggo menyapa ramah. Saat Kelud meletus dia ikut mengungsi dengan keluarganya ke rumah saudaranya.
"Bisikan seperti apa nggak ada. Saya tidak bisa prediksi," jelas Ronggo saat ditanya soal letusan Kelud.
Mbah Ronggo ini didengar omongannya oleh penduduk sekitar soal Kelud. Seperti halnya Mbah Maridjan di Merapi, bila Ronggo bertitah mengungsi semua penduduk patuh. Mbah Ronggo pada peristiwa Kelud kali ini memang menyerukan pada penduduk agar ikut seruan pemerintah.
"Saya mohon maaf bapak-bapak mohon maaf. Sekarang ini saya menebak ini sudah lupa, sudah salah. Kita akui saya salah nebak, tdak bisa benar," terang dia polos.
Mbah Ronggo kembali melanjutkan pekerjaannya bersih-bersih rumah dari abu Kelud. Tak banyak kata yang diucapkannya, bersama penduduk dia menatap masa depan setelah letusan Kelud.
(ndr/mad)











































