"Bapak pakai kemeja kotak-kotak, celana bahan abu-abu, bawa sarung warna cokelat, dan rambutnya ubanan," kata Agam putra nomor dua Azhar saat berbincang dengan detikcom, Selasa (18/2/2014).
Pada Minggu (16/2) pagi, Azhar pergi dari rumah dengan melompat lewat jendela. Saat itu sang kakek ngotot ingin pergi, tapi anak-anaknya melarang. Khawatir Azhar tak bisa pulang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ditunggu hingga malam Azhar tak pulang ke rumahnya. Hingga akhirnya Agam menyebar broadcast message. Dia mendapat kabar kalau Azhar ditemukan di kawasan Metro Alam 3 Pondok Indah pada Senin (17/2) siang.
"Ada tukang warung yang ketemu bapak, dan katanya bapak lagi jalan mau ketemu anaknya di PIM. Saat itu kondisi ayah katanya dari sela bibir mengeluarkan darah dan pipi lebam," jelas Agam.
Tukang warung tak menahan Azhar pergi. Setelah itu jejak Azhar pun tak diketahui. Agam sudah melapor ke Polres Jaksel. Dia berharap sang ayah yang kondisinya drop setelah sang ibu tiada bisa segera ditemukan.
"Saya dan keluarga memohon bantuan kalau ada yang melihat ayah," tutup dia.
Bagi pembaca detikcom yang menemukan atau tahu Azhar bisa menghubungi Agam di nomor telepon 0812 8701 6982.
(ndr/mad)










































